Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus mendorong kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA). Salah satunya diwujudkan Tim PPK ORMAWA BEM Fakultas Kedokteran UNNES melalui kegiatan Dapur Sehat Nutrasi 2026 yang mengajak masyarakat Desa Sumurrejo, Kota Semarang, menerapkan pola makan sehat sebagai langkah pencegahan diabetes melitus, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Mewujudkan Keluarga Sehat melalui Edukasi Menu Sehat untuk Pencegahan Diabetes Melitus” tersebut diikuti 24 perwakilan ibu-ibu PKK dari berbagai RW. Melalui subprogram Glycos-Food, masyarakat mendapatkan edukasi gizi, demonstrasi pengolahan menu sehat rendah indeks glikemik, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk mempersiapkan Lomba Masak Menu Sehat Keluarga.
Ketua Tim PPK ORMAWA BEM Fakultas Kedokteran UNNES, Oktavia, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan edukasi kesehatan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pencegahan diabetes dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga, terutama dalam memilih dan mengolah makanan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui pentingnya pola makan sehat, tetapi juga mampu memilih dan mengolah makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi keluarga. Harapannya, kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai diabetes melitus, faktor risiko, komplikasi, dan Pedoman Gizi Seimbang. Edukasi kemudian disampaikan dosen Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran UNNES, Tesa Rafkhani, S.Tr., M.Gz.
Tesa menjelaskan diabetes melitus, faktor risiko dan komplikasinya, konsep Isi Piringku, serta prinsip memilih bahan pangan yang bergizi, ekonomis, dan rendah indeks glikemik. Materi disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat sehingga dapat lebih mudah diterapkan di lingkungan keluarga.
“Menu sehat tidak selalu harus mahal atau sulit dibuat. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh dan mengolahnya dengan tepat, keluarga tetap dapat menyediakan makanan bergizi dan seimbang,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan mengenai kebiasaan makan keluarga, teknik pengolahan bahan pangan, hingga alternatif makanan untuk mengurangi konsumsi gula.
Pemahaman peserta kemudian dievaluasi melalui post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang sebagai bagian dari upaya pencegahan diabetes melitus.
Selain edukasi, Tim PPK ORMAWA BEM FK UNNES memberikan pengalaman praktik melalui demonstrasi pengolahan menu sehat rendah indeks glikemik. Peserta dilibatkan secara langsung dalam proses pengolahan makanan dengan memperhatikan kandungan gizi, keamanan pangan, dan efisiensi biaya.
Oktavia menambahkan, pendekatan praktik dipilih agar pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat langsung dipraktikkan di rumah. Dapur keluarga bisa menjadi salah satu tempat untuk memulai kebiasaan hidup sehat,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan FGD sebagai persiapan Lomba Masak Menu Sehat Keluarga. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyusun menu bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai edukasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam merancang solusi kesehatan yang sesuai dengan kondisi keluarga dan lingkungan setempat.
Kegiatan Dapur Sehat Nutrasi 2026 menjadi salah satu bentuk implementasi PPK ORMAWA BEM FK UNNES dalam mengembangkan kapasitas mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, program ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di Desa Sumurrejo.
Kolaborasi antara UNNES, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kontributor: Shafynda Aufarrelya Famzar




