Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) turut menyemarakkan perayaan Dies Natalis ke-61 UNNES pada 12 Februari 2026 dengan menampilkan defile tim tari yang terinspirasi dari budaya Pacu Jalur asal Riau. Partisipasi ini menjadi bagian dari kontribusi FBS dalam menghidupkan semangat perayaan bertema “UNNES Berdampak.”
Defile tersebut menghadirkan interpretasi artistik atas tradisi Pacu Jalur, lomba perahu panjang khas Kuantan Singingi, Riau, yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong. Penampilan yang melibatkan dosen dan tenaga kependidikan FBS itu menampilkan gerak dinamis dan simbolik yang merepresentasikan semangat kolektivitas serta harmoni manusia dengan air sebagai sumber kehidupan.
Melalui konsep tersebut, FBS mengangkat pesan tentang pelestarian budaya air, sekaligus mengaitkannya dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation. Budaya Pacu Jalur dimaknai sebagai simbol relasi ekologis antara masyarakat dan sungai, yang perlu dijaga keberlanjutannya.
Plt Dekan FBS UNNES, Prof. Dr. Nur Qudus, M.T., IPM., menyampaikan bahwa inspirasi Pacu Jalur dalam defile tersebut mencerminkan upaya FBS menghadirkan seni yang berdampak.
“Tema ‘UNNES Berdampak’ kami terjemahkan melalui seni yang membawa pesan konservasi. Defile yang terinspirasi dari Pacu Jalur ini bukan hanya simbol budaya, tetapi juga ajakan untuk menjaga sumber daya air sebagai bagian dari tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menurutnya, seni pertunjukan memiliki kekuatan untuk membangun kesadaran kolektif, terutama dalam mengaitkan warisan budaya dengan isu keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu, Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan FBS, Dr. Muhamad Burhanudin, S.S., M.A., menekankan bahwa keterlibatan sivitas akademika dalam defile tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dalam merayakan momentum institusional.
“Defile ini mencerminkan kekompakan dosen dan tenaga kependidikan FBS. Inspirasi dari budaya Pacu Jalur kami angkat sebagai simbol bahwa budaya dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Inilah makna dampak yang ingin kami hadirkan dalam perayaan dies natalis,” katanya.
Ia menambahkan, partisipasi FBS dalam Dies Natalis ke-61 menjadi bagian dari penguatan citra UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi yang aktif mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Lebih jauh, keterlibatan aktif sivitas akademika dalam kegiatan institusional ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya dalam penguatan reputasi, kolaborasi, dan kontribusi sosial budaya kampus. Melalui ekspresi seni yang mengangkat kearifan lokal dan nilai keberlanjutan, FBS menunjukkan bahwa tridarma perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran dan penelitian, tetapi juga melalui pengabdian dan partisipasi aktif dalam pembangunan karakter bangsa. Defile yang terinspirasi dari budaya Pacu Jalur tersebut sekaligus mempertegas posisi UNNES sebagai universitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.













