UNNES Kukuhkan Prof. Sri Rejeki Urip sebagai Guru Besar Bidang Pragmatik

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > UNNES Kukuhkan Prof. Sri Rejeki Urip sebagai Guru Besar Bidang Pragmatik

Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menambah jajaran guru besar dengan mengukuhkan Prof. Dr. Sri Rejeki Urip, M.Hum. sebagai Guru Besar Bidang Pragmatik pada Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Rabu (11/2/2026).

Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Senat Akademik Terbuka UNNES dan menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik serta kontribusi keilmuan di bidang linguistik dan pendidikan bahasa.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Model Konseptual Integratif: Lirik Lagu sebagai Lanskap Linguistik dan Pengembangan Kompetensi Pragmatik Pembelajar Bahasa Prancis,” Prof. Sri Rejeki Urip menekankan pentingnya kompetensi pragmatik dalam pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Prancis.

Lirik Lagu sebagai Lanskap Linguistik

Dalam orasinya, Prof. Sri Rejeki menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa tidak cukup hanya menekankan ketepatan struktur gramatikal, tetapi juga kesesuaian penggunaan bahasa dalam konteks sosial dan budaya.

Ia menyoroti bahwa banyak pembelajar bahasa asing mampu menyusun kalimat yang benar secara tata bahasa, namun belum tentu tepat secara pragmatik dalam situasi komunikasi nyata. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi pragmatik menjadi aspek krusial dalam membentuk kemampuan berbahasa yang utuh.

Sebagai inovasi, ia menawarkan model konseptual integratif yang memanfaatkan lirik lagu Prancis sebagai bentuk lanskap linguistik simbolik. Menurutnya, lirik lagu bukan sekadar hiburan, melainkan ruang budaya yang memuat makna, nilai sosial, serta praktik kebahasaan yang autentik.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami makna tersirat, konteks sosial, serta dimensi budaya yang melekat dalam penggunaan bahasa.

Konsisten dalam Kajian Pragmatik dan Linguistik

Jejak akademik Prof. Sri Rejeki menunjukkan konsistensi panjang dalam bidang pragmatik, sosiolinguistik, dan pengajaran bahasa Prancis. Ia aktif mengembangkan penelitian terkait kompetensi pragmatik, implikatur percakapan, serta pendekatan inovatif dalam pembelajaran bahasa berbasis konteks budaya.

Kontribusi ilmiahnya juga memperkuat posisi UNNES dalam pengembangan riset linguistik yang responsif terhadap dinamika komunikasi global dan kebutuhan pendidikan abad ke-21.

Penguatan Reputasi Akademik UNNES

Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar memiliki arti strategis bagi universitas, tidak hanya dalam konteks pengembangan ilmu, tetapi juga dalam pencapaian target kinerja perguruan tinggi.

“Bertambahnya guru besar merupakan salah satu indikator penting dalam memperkuat kualitas sumber daya akademik UNNES. Ini menjadi bagian dari upaya universitas dalam memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya pada penguatan riset, publikasi bereputasi, serta kontribusi nyata dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengukuhan profesor juga menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi UNNES dalam pemeringkatan internasional seperti Times Higher Education (THE) World University Rankings, yang menempatkan kualitas riset dan reputasi akademik sebagai aspek utama penilaian.

Sementara itu, Plt Dekan FBS UNNES, Prof. Dr. Nur Qudus, M.T., IPM., menilai kepakaran Prof. Sri Rejeki di bidang pragmatik menjadi aset penting bagi penguatan akademik fakultas, khususnya dalam bidang bahasa asing dan komunikasi lintas budaya.

“Pragmatik adalah bidang yang sangat relevan dengan tantangan global saat ini, ketika kemampuan berbahasa harus disertai pemahaman konteks sosial dan budaya. Kehadiran Prof. Sri Rejeki sebagai guru besar diharapkan mampu memperluas jejaring kolaborasi internasional, meningkatkan produktivitas riset, serta memperkuat daya saing FBS di tingkat global,” katanya.

Menurutnya, capaian ini juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus berkontribusi melalui inovasi pembelajaran dan penelitian yang berdampak bagi masyarakat.

Di akhir orasinya, Prof. Sri Rejeki menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut serta menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kajian pragmatik dan pendidikan bahasa yang kontekstual dan bermakna.

Pengukuhan ini kembali menegaskan komitmen UNNES sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong pengembangan keilmuan berbasis riset kritis dan inovatif demi menjawab tantangan masyarakat global.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy