Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menambah jajaran guru besar dengan mengukuhkan Prof. Dr. B. Wahyudi Joko Santoso, M.Hum. sebagai Guru Besar Bidang Analisis Wacana Kritis pada Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Rabu (11/2/2026).
Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Senat Akademik Terbuka UNNES. Dalam kesempatan itu, Prof. Wahyudi menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Membangun Literasi Kritis Wacana Politik untuk Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”
Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari praktik wacana politik yang membingkainya. Menurutnya, pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) menjadi instrumen penting untuk membedah relasi bahasa, kekuasaan, dan ideologi dalam kebijakan publik.
“Dalam perspektif Analisis Wacana Kritis, pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari wacana politik yang membingkainya,” ujarnya
Ia menjelaskan, merujuk pada kerangka Norman Fairclough, analisis wacana mencakup dimensi tekstual, praktik diskursif, dan praktik sosial yang saling berkaitan
Sementara itu, Theo van Leeuwen dan Michel Foucault memperkaya analisis melalui pembacaan interdiskursivitas dan relasi pengetahuan–kekuasaan
Prof. Wahyudi menekankan bahwa literasi kritis menjadi prasyarat penting agar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dijalankan secara adil dan inklusif
Ia juga menunjukkan bahwa dinamika demokrasi dan kepercayaan publik terhadap pemerintah merupakan bagian dari konstruksi wacana yang sarat ideologi dan relasi kekuasaan
Konsisten di Bidang Linguistik dan Analisis Wacana
Jejak akademik Prof. Wahyudi menunjukkan konsistensi panjang di bidang linguistik dan analisis wacana. Ia menyelesaikan studi magister dan doktor linguistik (analisis wacana) di Universitas Gadjah Mada
Dalam perjalanan akademiknya, ia mengampu mata kuliah linguistik, termasuk Analisis Wacana (Kritis), Linguistik Forensik, hingga Ekolinguistik
Sejumlah penelitian yang dipimpinnya juga berfokus pada telaah wacana, tindak tutur, hingga analisis wacana digital
Penguatan Reputasi Akademik UNNES
Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai pengukuhan guru besar merupakan tonggak penting dalam memperkuat kapasitas riset dan reputasi akademik universitas.
“Pengukuhan profesor bukan hanya capaian personal, tetapi juga penguatan institusi. Kepakaran di bidang Analisis Wacana Kritis sangat relevan dalam menjawab tantangan sosial, politik, dan budaya di era global,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Dekan FBS UNNES, Prof. Dr. Nur Qudus, M.T., IPM., menyatakan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum strategis bagi FBS dalam memperkuat tradisi akademik dan publikasi bereputasi.
“Bidang Analisis Wacana Kritis memiliki kontribusi besar dalam memahami dinamika masyarakat modern. Kami berharap kehadiran Prof. Wahyudi sebagai guru besar semakin memperkuat kultur riset, kolaborasi internasional, dan peningkatan kualitas akademik di FBS,” katanya.
Menurutnya, bertambahnya guru besar juga berdampak langsung pada peningkatan indikator kinerja utama perguruan tinggi serta reputasi global UNNES, termasuk dalam pemeringkatan internasional.
Di akhir pidatonya, Prof. Wahyudi menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut dan menyadari bahwa jabatan profesor merupakan amanah besar untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan
Pengukuhan ini menegaskan komitmen UNNES sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong pengembangan keilmuan berbasis riset kritis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.













