Mahasiswa UNNES Raih Runner Up 1 Duta Pesona Nusantara, Perkenalkan Museum Semedo di Kancah Nasional

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > Mahasiswa UNNES Raih Runner Up 1 Duta Pesona Nusantara, Perkenalkan Museum Semedo di Kancah Nasional

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES). Muhamad Rifki Mubaroq, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), berhasil dinobatkan sebagai The Runner Up 1 Putera dalam ajang Duta Pesona Nusantara Batch 2 Tahun 2026 tingkat nasional.

Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pesona Budaya, Surabaya, ini diikuti oleh 512 putra dan putri terpilih dari seluruh Indonesia. Rifki, yang merupakan perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah, berhasil menyisihkan ribuan peserta lainnya melalui serangkaian seleksi ketat yang berlangsung sejak awal tahun.

Proses seleksi diawali dengan tes kemampuan dan wawancara mendalam seputar kebudayaan, kesenian, pendidikan, dan pariwisata. Materi tersebut selaras dengan visi Duta Pesona Nusantara, yaitu menjunjung tinggi nilai kebudayaan melalui pendidikan, kesenian, serta pariwisata guna memperkenalkan citra bangsa, baik melalui media global maupun aksi langsung di masyarakat.

Setelah tahap pertama, Rifki tergabung dalam 114 kandidat terbaik yang lolos ke seleksi lanjutan. Pada tahap ini, para delegasi diminta membuat Video Eksplorasi yang mengangkat ciri khas budaya, pariwisata, atau kesenian lokal daerah masing-masing. Rifki memilih untuk memperkenalkan Museum Situs Semedo di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Museum Situs Semedo dipilih karena merupakan museum arkeologi dan paleontologi yang menjadi pusat informasi serta pelestarian jejak kehidupan purba. Museum yang mulai beroperasi untuk umum pada 2015 ini menyimpan ribuan koleksi fragmen fosil manusia purba Homo erectus, fosil fauna prasejarah seperti Gigantopithecus, serta berbagai alat batu yang ditemukan di Situs Semedo, yang diperkirakan berusia ratusan ribu hingga jutaan tahun.

Selain video eksplorasi, Rifki juga diwajibkan membuat esai berjudul “Perkembangan Sosial Budaya di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pola Hidup Generasi Z di Era Digital”. Esai tersebut menyoroti bagaimana media digital bukanlah penghalang, melainkan peluang besar untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan di kalangan generasi muda.

Pada seleksi tahap akhir, Rifki kembali menunjukkan kemampuannya melalui Video Unjuk Bakat. Ia membawakan puisi berjudul “Sebuah Jaket Berlumur Darah” karya Taufik Ismail. Puisi yang sarat makna perjuangan pahlawan itu dipilihnya sebagai pengingat bahwa kekayaan budaya yang dinikmati saat ini adalah buah dari pengorbanan para pendahulu bangsa. Seleksi tahap akhir ini juga mencakup wawancara daring yang menentukan posisi finalis pada malam penganugerahan.

Puncak acara yang digelar pada 8 Februari 2026 di Surabaya itu mengumumkan 12 nama terbaik (6 putra dan 6 putri) dari 114 kandidat. Rifki berhasil keluar sebagai The Runner Up 1 Putera, berada di bawah The Winner Putera, Tjokorda Gede Pramajaya Pemayun dari Bali. Sementara itu, posisi The Winner Puteri diraih oleh Hattala Sinta Queen Gabriella Hamiprojo dari D.I. Yogyakarta.

Plh. Dekan FBS UNNES, Prof. Dr. Nur Qudus, M.T., IPM., menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih oleh Rifki. “Kami sangat bangga kepada Muhamad Rifki Mubaroq. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FBS UNNES tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berkompetisi dan berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pariwisata nasional. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk melahirkan lulusan yang berkarakter dan berdaya saing global,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Sastra Jawa FBS UNNES, Dr. Prembayun Miji Lestari, M.Hum., menambahkan bahwa pencapaian Rifki merupakan bentuk aktualisasi nyata dari revitalisasi budaya yang dilakukan oleh generasi muda. “Yang dilakukan Rifki adalah contoh bagaimana seorang mahasiswa menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas. Kemampuannya membawakan puisi Taufik Ismail dan memperkenalkan museum purba seperti Semedo melalui platform digital adalah bentuk pelestarian budaya yang relevan dengan zamannya. Hal ini sangat sejalan dengan semangat yang kami tanamkan di Prodi Sastra Jawa, bahwa budaya harus hidup dan dikomunikasikan kepada khalayak luas,” jelas Prembayun.

Prestasi yang diraih Rifki turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan wawasan kebudayaan dan pendidikan karakter berbasis seni. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarier di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya. Selain itu, semangat kolaborasi antar daerah dalam ajang ini mencerminkan dukungan terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, capaian ini menguatkan IKU 1 (Lulusan Mendapat Pekerjaan Layak) dan IKU 2 (Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus). Keikutsertaan Rifki dalam ajang nasional ini merupakan implementasi nyata dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan wawasan kebudayaan di luar kelas.

Rifki sendiri bukanlah wajah baru di dunia kompetisi. Sejak duduk di bangku SMA, ia aktif sebagai aktivis dan telah meraih berbagai penghargaan, antara lain Juara 1 OSN Bidang Sosiologi Tingkat Nasional tahun 2023, Juara 1 Film Pendek Terpilih dalam ajang Gempur Rokok I-Legal tahun 2024, serta Juara 1 Vlog Kategori Putera dalam ajang Raimuna Cabang Kabupaten Tegal Ke-IX. Ia juga aktif dalam bidang kesenian karawitan, teater, dan perfilman.

Dengan raihan ini, Rifki diharapkan dapat menjalankan amanah sebagai Duta Pesona Nusantara, menjadi garda terdepan dalam mempromosikan budaya, pariwisata, kesenian, dan pendidikan yang terintegrasi dengan media global.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy