UNNES dan Fujian Polytechnic Normal University (FPNU) Tiongkok Sukses Gelar Program Kredit Transfer, Perkuat Jejak Internasionalisasi

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > UNNES dan Fujian Polytechnic Normal University (FPNU) Tiongkok Sukses Gelar Program Kredit Transfer, Perkuat Jejak Internasionalisasi

SEMARANG, 8 Januari 2026 – Sebanyak enam mahasiswa dari Fujian Polytechnic Normal University (FPNU) Tiongkok telah menyelesaikan program kredit transfer intensif di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Program yang berlangsung selama tiga bulan, dari 6 Oktober 2025 hingga 5 Januari 2026, ini bukan hanya sekadar pertukaran pelajar, tetapi merupakan langkah strategis yang memperkuat komitmen UNNES sebagai World Class University (WCU) sekaligus merealisasikan target Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Kolaborasi akademik ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua institusi, yang kemudian diwujudkan dalam perkuliahan penuh di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Sastra Indonesia (SI), Fakultas Bahasa dan Seni UNNES. Puncak dari program ini adalah diserahkannya transkrip nilai resmi UNNES kepada keenam mahasiswa, sebuah dokumen akademik yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh pengakuan kredit di kampus asal mereka di FPNU.

Koordinator Prodi PBSI UNNES, Dr. Deby Luriawati Naryatmodjo, M.Pd., menekankan bahwa program ini adalah pencapaian konkret dari upaya internasionalisasi kampus. “Keberhasilan program dari awal penandatanganan MoU hingga penerbitan transkrip ini secara langsung menyumbang pada reputasi internasional UNNES. Ini adalah bentuk nyata dari visi WCU yang kami usung, sekaligus capaian penting IKU, khususnya dalam hal kerja sama dengan mitra luar negeri dan peningkatan kualitas pembelajaran berstandar global,” ujarnya.

Pendapat senada disampaikan oleh Koordinator Prodi SI UNNES, Suseno, S.Pd., M.A. Ia melihat program ini memiliki dampak berlapis. “Di tingkat akademik, kami menunjukkan bahwa kurikulum dan proses penilaian kami telah memenuhi standar yang diakui secara internasional. Di tingkat institusional, kehadiran mahasiswa asing dan keberlangsungan program ini berkontribusi pada beberapa capaian IKU utama, termasuk terkait mahasiswa asing dan praktik kerja sama yang berkelanjutan,” jelas Suseno.

Salah satu mahasiswa peserta, Lin Jiaqi (Kiki), mengaku mendapat pengalaman yang lengkap dan terstruktur. “Prosesnya sangat jelas. Kami datang setelah ada kesepakatan resmi antara kedua universitas, mengikuti perkuliahan dengan serius, dan pulang membawa bukti akademis yang diakui. Ini memudahkan kami dan memberi rasa kepastian bahwa waktu belajar di UNNES sangat bermakna untuk studi lanjut kami,” tutur Kiki.

Dengan ditutupnya program perdana ini secara resmi dan administratif, UNNES menegaskan model kolaborasi yang tak hanya seremonial, tetapi berbasis pada output akademis yang terukur. Keberhasilan ini diharapkan dapat membuka pintu bagi lebih banyak lagi program sejenis dengan FPNU maupun universitas mitra lainnya, mengukuhkan langkah UNNES di peta perguruan tinggi dunia.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy