Prestasi akademik dan pengalaman di luar kelas mengantarkan Najmi Salma Vannisa Abi, S.KM., mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran menjadi wisudawan terbaik Universitas Negeri Semarang (UNNES) ke-142. Setelah menempuh studi selama empat tahun, Najmi menyelesaikan pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 dalam rangkaian wisuda UNNES yang dilaksanakan pada Sabtu, (19/9).
Najmi memulai perjalanan sebagai mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNNES sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah. Ia tumbuh dari keluarga sederhana. Ibunya merupakan pedagang kecil, sedangkan ayahnya bekerja sebagai buruh. Dukungan kedua orang tuanya menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Najmi hingga menyelesaikan studi di UNNES.
“Latar belakang boleh sederhana, tetapi langkah tidak harus ikut terbatas. Itulah yang telah mereka tanamkan pada diri saya,” ungkap Najmi.
Selama menjadi mahasiswa, Najmi tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Ia memilih peminatan kesehatan lingkungan dan berusaha memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di kelas dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Salah satu pengalaman tersebut diperolehnya saat menjalani magang di Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Najmi terlibat dalam survei kualitas air minum rumah tangga dengan mendata dan memvalidasi hasil pemeriksaan kualitas air dari 180 rumah di enam wilayah puskesmas. Ia juga terlibat dalam penyusunan SOP pelaksanaan survei.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat pemahamannya bahwa ilmu kesehatan masyarakat tidak berhenti di ruang kelas. Najmi juga terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga.
“Sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat, saya belajar bahwa ilmu tidak berhenti di ruang kelas. Karena itu, selama kuliah, saya mencoba mencari banyak pengalaman, mulai dari penelitian, magang, organisasi, kegiatan sosial, serta kompetisi,” tuturnya.
Selain pengalaman di lapangan, Najmi aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Dari pengalaman tersebut, ia belajar bekerja bersama orang lain, mengoordinasikan tim, serta berkomunikasi dengan berbagai karakter.
Ketertarikannya pada isu lingkungan juga ia tuangkan melalui karya short movie yang berhasil meraih juara 1 tingkat nasional. Dalam pidato wisudanya, Najmi menyampaikan bahwa karya tersebut mengangkat isu lingkungan dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan.
Ia juga meraih juara 2 lomba artikel ilmiah melalui karya yang disusun berdasarkan kajian dan analisis kesehatan. Bagi Najmi, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar berani mencoba, menyampaikan gagasan, dan membagikan ilmu kepada orang lain.
Dalam pidato wisudawan, Najmi mengutip salah satu gagasan dari Ottawa Charter tentang kesehatan yang diciptakan dan dijalani manusia dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, pemahaman tersebut menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan apa yang terjadi di rumah sakit, tetapi juga dengan air yang diminum, lingkungan tempat tinggal, serta kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kini, wisuda menjadi penanda selesainya satu tahap perjalanan bagi Najmi. Namun, bagi dirinya, perjalanan selama menjadi mahasiswa UNNES tidak cukup dirangkum melalui angka IPK 3,99.
“Najmi yang masuk UNNES dulu mungkin bukan siapa-siapa. Sekarang setelah sampai di titik wisuda, saya melihat UNNES bukan hanya sebagai tempat saya mendapatkan gelar. Di sini saya belajar mencoba banyak hal, bertemu banyak orang, dan mengenal kemampuan diri saya sendiri. Jadi kalau perjalanan ini hanya dirangkum dengan angka 3,99, rasanya masih terlalu sedikit,” ujarnya.
Menurut Najmi, berbagai pengalaman selama kuliah telah menjadi bagian yang membentuk dirinya dan membuatnya lebih siap melangkah ke perjalanan berikutnya.
“Karena bagi saya, 3,99 adalah hasil, tapi perjalanan ini untuk semua sampai di sini adalah cerita yang sebenarnya,” pungkasnya.




