Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat budaya integritas di lingkungan perguruan tinggi melalui Workshop Pendidikan Antikorupsi bertema “Siap Menolak Gratifikasi di Perguruan Tinggi”, Kamis (17/9). Kegiatan menghadirkan Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Arif Waluyo, sebagai narasumber.
Workshop tersebut diikuti jajaran pimpinan UNNES, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur Direktorat, hingga unsur pimpinan lainnya. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya mencegah korupsi dan membangun keberanian untuk menolak gratifikasi.
Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Arif Waluyo dalam memberikan pemahaman dan pencerahan mengenai gratifikasi kepada keluarga besar UNNES.
“Terima kasih atas kehadiran Bapak Arif Waluyo untuk memberi pencerahan kepada kita agar kita bisa selamat dunia akhirat dan tetap bermartabat,” ujar Prof. Martono.
Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) UNNES, Prof. Dr. Muhammad Khafid, M.Si., QIA, menjelaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat hanya ditempuh melalui penindakan dan pendekatan hukum. Menurutnya, pencegahan melalui pendidikan antikorupsi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan budaya integritas.
Melalui kegiatan ini, UNNES berupaya meningkatkan pemahaman para pimpinan dan seluruh keluarga besar universitas mengenai korupsi, khususnya potensi gratifikasi yang dapat muncul dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan di lingkungan perguruan tinggi.
Arif Waluyo dalam pemaparannya memberikan pemahaman mengenai gratifikasi, situasi yang berpotensi terjadi, serta pentingnya mengambil sikap sejak awal. Pemahaman ini diharapkan membantu sivitas akademika mengenali risiko dan menentukan langkah tepat saat menghadapi pemberian terkait tugas atau jabatan.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya UNNES membangun lingkungan perguruan tinggi yang tidak hanya memahami aturan antikorupsi, tetapi juga memiliki kesadaran dan keberanian untuk menerapkannya dalam kehidupan akademik dan tata kelola sehari-hari.
Reporter : Adira Abiwardhani




