Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus mendorong inovasi pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari dan budaya lokal. Salah satunya melalui pengembangan buku ajar berbasis etnomatematika oleh mahasiswa Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNNES.
Buku ajar tersebut mengangkat jajanan tradisional di Pasar Gang Baru Semarang sebagai konteks pembelajaran materi volume dan luas permukaan bangun ruang.
Tim pengembang terdiri atas Adinda Dwi Putri, Velda Patria Rahma, Mayada Aulia Ramadhani, Rizka Aulia Putri, dan Hendlita Dwi Cahyaningrum, dengan bimbingan Adi Satrio Ardiansyah, S.Pd., M.Pd.
Pengembangan buku ajar ini berangkat dari kebutuhan akan bahan ajar yang menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari dan budaya yang dekat dengan murid.
Melalui pendekatan etnomatematika, jajanan tradisional di Pasar Gang Baru Semarang digunakan untuk mengenalkan konsep bangun ruang. Bentuk dan karakteristik jajanan tersebut dikaitkan dengan materi volume dan luas permukaan bangun ruang sehingga murid dapat mempelajari konsep matematika melalui objek yang konkret dan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Pasar Gang Baru dipilih sebagai sumber konteks pembelajaran karena jajanan tradisional yang dijumpai di pasar tersebut dapat digunakan untuk mempelajari konsep matematika. Selain menjadi bagian dari kekayaan kuliner Semarang, jajanan tradisional juga memiliki bentuk dan karakteristik yang dapat dikaitkan dengan materi bangun ruang.
Pendekatan ini membantu murid memahami bahwa matematika tidak hanya dipelajari melalui buku dan rumus, tetapi juga dapat ditemukan dalam lingkungan sekitar. Dengan menggunakan objek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, materi volume dan luas permukaan bangun ruang dapat dipelajari melalui konteks yang lebih mudah dikenali murid.
Pengembangan buku ajar berbasis budaya lokal ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Bermutu (Quality Education). Tujuan tersebut menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan memberikan kesempatan belajar yang relevan. Pemanfaatan budaya lokal dalam bahan ajar menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual.
Untuk mengetahui kelayakan dan keterbacaan buku ajar serta respons murid terhadap produk yang dikembangkan, tim melakukan serangkaian pengujian. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa penilaian ahli mencapai 91,05% dengan kategori sangat layak. Sementara itu, penilaian praktisi memperoleh persentase 92,59% dengan kategori sangat layak.
Pada uji keterbacaan bersama murid kelas X C SMA Negeri 1 Boja, buku ajar tersebut memperoleh persentase 82,01% dengan kategori tinggi. Adapun uji respons bersama murid kelas IX B SMP Negeri 1 Ungaran menunjukkan hasil 97% dengan kategori sangat baik.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa buku ajar memperoleh penilaian positif dari ahli, praktisi, dan murid berdasarkan aspek yang diuji. Buku ajar ini diharapkan dapat menjadi alternatif sumber belajar yang membantu menghubungkan konsep matematika dengan budaya lokal.
Melalui pengembangan buku ajar ini, mahasiswa Pendidikan Matematika FMIPA UNNES berupaya menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal Semarang. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif bahan ajar yang mengintegrasikan matematika dan budaya lokal dalam pengalaman belajar murid.




