Bahas Mitigasi Bencana Pesisir, FISIP UNNES Gandeng Akademisi Jepang dan Bangladesh

Desa Morodemak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menjadi lokasi kajian akademisi internasional terkait dampak krisis iklim terhadap masyarakat pesisir. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama akademisi dari Jepang dan Bangladesh meninjau langsung wilayah terdampak banjir rob dan abrasi akibat kenaikan muka air laut.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kajian mengenai ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman ekologis. Fokus pembahasan diarahkan pada komunitas perempuan nelayan yang berada di garis depan menghadapi dampak perubahan lingkungan, salah satunya komunitas Puspita Bahari.

Kajian lapangan diikuti pakar kebencanaan Prof. Md. Anwarul Abedin dari Bangladesh Agricultural University dan Gulsan Ara Parfin dari Ritsumeikan University, Jepang.

Bersama tim dosen FISIP UNNES, mereka mengamati kondisi masyarakat pesisir sekaligus mendalami strategi adaptasi yang dilakukan warga untuk mempertahankan ruang hidup di tengah ancaman rob dan abrasi.

Delegasi berdiskusi langsung dengan Ketua Komunitas Puspita Bahari, Masnu’ah. Menurutnya, perjuangan masyarakat pesisir tidak hanya berkaitan dengan ketahanan ekonomi, tetapi juga pengakuan hak perempuan nelayan.

“Komunitas kami terus menyuarakan advokasi kepada pemerintah dan merangkul masyarakat pesisir lainnya untuk menjaga ruang hidup. Ini juga bagian dari perjuangan kesetaraan gender, agar perempuan nelayan diakui dan mendapat hak yang sama,” ujarnya.

Bagi akademisi internasional, Morodemak menjadi gambaran nyata tentang bagaimana masyarakat akar rumput membangun ketangguhan menghadapi krisis iklim. Di tengah ancaman tenggelamnya kawasan pesisir, perempuan nelayan dinilai tetap aktif mencari alternatif ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Pendekatan lintas disiplin yang dikembangkan UNNES melalui kajian geografi, sosiologi, dan antropologi dinilai penting untuk menghasilkan solusi penanganan krisis pesisir yang lebih komprehensif serta mendukung rekomendasi kebijakan penanggulangan bencana di tingkat regional.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan studium generale internasional bertema mitigasi bencana yang digelar Jurusan Geografi di Aula Gedung C7 FISIP UNNES, Sekaran, Gunungpati, Semarang. Forum bertajuk “Resilient and Disaster Mitigation Strategies of Japan and Bangladesh” tersebut menghadirkan Prof. Md. Anwarul Abedin dan Gulsan Ara Parfin sebagai narasumber utama.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Prof. Md. Anwarul Abedin menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga lingkungan dan menghadapi ancaman bencana di masa depan.

“Sebagai generasi muda yang kelak memegang kepemimpinan, kalian punya tanggung jawab menjaga kelestarian bumi, tanah, dan air sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Prof. Md. Anwarul Abedin menyoroti persoalan krisis air dan penurunan muka tanah yang terjadi di Bangladesh maupun Indonesia saat menghadapi cuaca ekstrem.

Sementara itu, Gulsan Ara Parfin memaparkan sistem kesiapsiagaan bencana di Jepang, mulai dari penanganan gempa bumi, tsunami, hingga topan.

Ia menjelaskan bahwa badai menjadi bencana paling sering terjadi di Jepang dalam dua dekade terakhir, disusul gempa bumi. Meski demikian, gempa bumi tetap menjadi bencana paling mematikan, terutama pada tragedi gempa besar tahun 2011 yang memicu tsunami.

Diskusi juga membahas pentingnya pengelolaan lingkungan, termasuk kawasan hutan sebagai penyangga ekosistem dan daerah aliran sungai. Pengalaman Jepang menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berkelanjutan.

Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi sepanjang sesi diskusi. Salah satu mahasiswa Pendidikan Geografi, Joan Thalita, menilai keterlibatan komunitas masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana berbasis lingkungan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan komitmen UNNES terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Melalui kolaborasi internasional tersebut, diharapkan lahir penguatan kapasitas masyarakat pesisir serta strategi adaptasi yang responsif terhadap tantangan lingkungan di kawasan pesisir.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy

Who we are

Our website address is: https://unnes.ac.id.

Comments

When visitors leave comments on the site we collect the data shown in the comments form, and also the visitor’s IP address and browser user agent string to help spam detection.

An anonymized string created from your email address (also called a hash) may be provided to the Gravatar service to see if you are using it. The Gravatar service privacy policy is available here: https://automattic.com/privacy/. After approval of your comment, your profile picture is visible to the public in the context of your comment.

Media

If you upload images to the website, you should avoid uploading images with embedded location data (EXIF GPS) included. Visitors to the website can download and extract any location data from images on the website.

Cookies

If you leave a comment on our site you may opt-in to saving your name, email address and website in cookies. These are for your convenience so that you do not have to fill in your details again when you leave another comment. These cookies will last for one year.

If you visit our login page, we will set a temporary cookie to determine if your browser accepts cookies. This cookie contains no personal data and is discarded when you close your browser.

When you log in, we will also set up several cookies to save your login information and your screen display choices. Login cookies last for two days, and screen options cookies last for a year. If you select “Remember Me”, your login will persist for two weeks. If you log out of your account, the login cookies will be removed.

If you edit or publish an article, an additional cookie will be saved in your browser. This cookie includes no personal data and simply indicates the post ID of the article you just edited. It expires after 1 day.

Embedded content from other websites

Articles on this site may include embedded content (e.g. videos, images, articles, etc.). Embedded content from other websites behaves in the exact same way as if the visitor has visited the other website.

These websites may collect data about you, use cookies, embed additional third-party tracking, and monitor your interaction with that embedded content, including tracking your interaction with the embedded content if you have an account and are logged in to that website.

Who we share your data with

If you request a password reset, your IP address will be included in the reset email.

How long we retain your data

If you leave a comment, the comment and its metadata are retained indefinitely. This is so we can recognize and approve any follow-up comments automatically instead of holding them in a moderation queue.

For users that register on our website (if any), we also store the personal information they provide in their user profile. All users can see, edit, or delete their personal information at any time (except they cannot change their username). Website administrators can also see and edit that information.

What rights you have over your data

If you have an account on this site, or have left comments, you can request to receive an exported file of the personal data we hold about you, including any data you have provided to us. You can also request that we erase any personal data we hold about you. This does not include any data we are obliged to keep for administrative, legal, or security purposes.

Where your data is sent

Visitor comments may be checked through an automated spam detection service.