Memasuki usia ke-61 tahun, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menegaskan arah transformasinya sebagai perguruan tinggi yang terus bergerak dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Upacara Puncak Dies Natalis ke-61 UNNES, Senin (8/6), yang mengusung tema “UNNES Bergerak, Berdampak”.
Pada usia ke-61, UNNES terus menunjukkan penguatan kualitas akademik dan kelembagaan. Hingga tahun 2026, UNNES memiliki 125 program studi dengan 87 program studi berakreditasi Unggul atau A.
Selain itu, sebanyak 26 program studi telah memperoleh akreditasi internasional, terdiri atas 23 program studi terakreditasi AQAS dan tiga program studi terakreditasi ASIIN.
Prestasi mahasiswa juga terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, mahasiswa UNNES meraih 739 prestasi, termasuk 116 prestasi internasional.
Mahasiswa UNNES juga turut mengharumkan nama Indonesia pada SEA Games 2025 melalui raihan medali emas di cabang pencak silat, wushu, dan panahan.
Di bidang riset, UNNES mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah jurnal terindeks Scopus terbanyak di Indonesia. Pada awal tahun 2026, jumlah jurnal terindeks Scopus mencapai 17 jurnal, sementara publikasi terindeks Scopus pada tahun 2025 mencapai 735 dokumen.
Pengakuan internasional terhadap kualitas UNNES juga terus menguat. Dalam QS University Rankings Asia, UNNES menempati peringkat 901-950. Pada QS World University Rankings Sustainability, UNNES berada pada kelompok peringkat 1001-1020 dunia.
Sementara itu, bidang Education and Training menempati peringkat 401-450 dunia berdasarkan QS World University Rankings by Subject.
Menurut Times Higher Education (THE), UNNES berada pada peringkat 301-400 dunia untuk bidang hukum, 601-800 bidang pendidikan, dan 1001+ bidang ilmu sosial.
Dalam pidatonya, Rektor UNNES Prof. Dr. S. Martono, M.Si. menyampaikan bahwa pada usia yang ke-61, UNNES terus bertumbuh menjadi perguruan tinggi yang semakin dewasa secara kelembagaan dan akademik.
“Tema dies natalis tahun ini menjadi penegasan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat” ungkap Prof. Martono.
Meski berbagai capaian berhasil diraih, Rektor menegaskan bahwa UNNES masih menghadapi sejumlah tantangan strategis, mulai dari penguatan reputasi internasional, hilirisasi riset dan inovasi, penguatan kepeloporan pendidikan, hingga peningkatan kemandirian finansial sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum.
Untuk menjawab tantangan tersebut, UNNES telah menyiapkan sejumlah strategi, antara lain penguatan reputasi internasional, percepatan hilirisasi riset dan inovasi, penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran yang Berkelanjutan dan Berdampak (OBSIC), peningkatan kemandirian finansial, serta penguatan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, UNNES juga memberikan Upakarti Dharmakarya Pranata Bhuana kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. atas kontribusinya dalam mengawal pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
UNNES juga meluncurkan Aplikasi Dashboard SDGs Universitas Negeri Semarang sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan.
Menutup pidatonya, Rektor mengajak seluruh civita akademika dan mitra untuk terus memperkuat kolaborasi. Melalui semangat “UNNES Bergerak, Berdampak”, UNNES diharapkan terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisinya sebagai universitas bereputasi dunia yang berwawasan konservasi.




