Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) AMLI Skema Karsa Cipta (KC) Tahun 2026 menghadirkan inovasi pembelajaran matematika berbasis teknologi melalui KLARAS.
Inovasi berupa AI-AR-Book yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL) dengan konteks budaya bungkus tradisional daun pisang ini dikembangkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, dan telah melalui dua kali uji coba di SMP Negeri 24 Semarang dan SMP Negeri 12 Semarang pada Oktober 2026.
KLARAS merupakan media pembelajaran yang menggabungkan teknologi digital dengan budaya lokal untuk menghadirkan pengalaman belajar matematika yang lebih interaktif dan kontekstual. Produk ini mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), dan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran geometri ruang.
Keunikan KLARAS terletak pada penggunaan bungkus tradisional daun pisang sebagai konteks pembelajaran matematika berbasis etnomatematika. Berbagai bentuk bungkus tradisional dimanfaatkan untuk membantu peserta didik mengenali konsep bangun ruang. Takir persegi digunakan untuk merepresentasikan kubus, takir persegi panjang sebagai balok, tum sebagai prisma segitiga, serta pinjung sebagai limas segiempat.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik dapat mempelajari konsep geometri ruang melalui benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain memahami materi matematika, mereka juga diajak mengenal budaya lokal yang ada di lingkungan sekitar.
Dalam penggunaannya, AI-AR-Book KLARAS dilengkapi dengan aktivitas pembelajaran berbasis Problem Based Learning. Peserta didik mempelajari materi melalui buku ajar, mengeksplorasi bangun ruang menggunakan teknologi Augmented Reality yang menampilkan visualisasi tiga dimensi secara interaktif, serta mengerjakan latihan soal berbantuan Artificial Intelligence. Teknologi AI tersebut memberikan umpan balik secara adaptif sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.
Sebagai bagian dari implementasi dan evaluasi produk, Tim KLARAS telah melaksanakan dua kali uji coba di SMP Negeri 24 Semarang dan SMP Negeri 12 Semarang. Kegiatan ini bertujuan mengetahui keterlaksanaan penggunaan produk, memperoleh respons dari murid dan guru, serta mengumpulkan masukan untuk penyempurnaan media pembelajaran yang dikembangkan.
Melalui KLARAS, Tim PKM AMLI Skema KC UNNES berupaya menghadirkan pembelajaran matematika yang memadukan teknologi digital, budaya lokal, dan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Pengembangan inovasi ini sejalan dengan SDGs 4, khususnya dalam mendukung pendidikan yang efektif, inklusif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Dengan terlaksananya dua kali uji coba produk, Tim KLARAS berharap AI-AR-Book berkonteks budaya bungkus tradisional daun pisang dapat menjadi alternatif media pembelajaran geometri sekaligus mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi.




