Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program UNNES GIAT 17 menghadirkan inovasi pengelolaan sampah organik melalui pembangunan prototipe Dekomposter Komunal di Kelurahan Kalibening, Kota Salatiga.
Sebagai bagian dari pengenalan inovasi tersebut, mahasiswa UNNES GIAT 17 menggelar sosialisasi kepada unsur masyarakat Kelurahan Kalibening pada Jumat, (30/10). Kegiatan ini melibatkan perwakilan RT, RW, Dasawisma, PKK, pemilik lahan, serta Satgas Pengolahan Sampah Kelurahan Kalibening.
Pembangunan prototipe Dekomposter Komunal dilakukan bersama Bapak Agus Sunarso, tokoh pegiat lingkungan di Kelurahan Kalibening. Alat tersebut ditempatkan di belakang rumah beliau, tepatnya di RT 3 RW 3, Kelurahan Kalibening.
Dekomposter Komunal dirancang untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Pengelolaan sampah organik secara mandiri ini diharapkan dapat mengurangi persoalan sampah yang tidak tertangani, seperti timbulnya bau tidak sedap, munculnya hama, serta bertambahnya beban tempat pembuangan akhir (TPA). Selain sebagai sarana pengolahan sampah, alat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai mekanisme dan teknik kerja Dekomposter Komunal. Peserta juga mendapatkan gambaran umum mengenai prototipe alat yang telah dibangun.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UNNES melalui UNNES GIAT dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat kelurahan.
Melalui program ini, mahasiswa berharap prototipe Dekomposter Komunal dapat dikembangkan dan diterapkan di setiap Dasawisma pada seluruh RT dan RW di Kelurahan Kalibening. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari RT, RW, Dasawisma, PKK, hingga Satgas Pengolahan Sampah, diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program.




