Banyumas, 18 September 2026 — Pelaksanaan monitoring dan evaluasi Program Swakelola Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pendampingan di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berjalan efektif dan responsif terhadap kebutuhan sekolah.
Dalam kegiatan monitoring di SNT 2 Banyumas, Dr. Ardhi Prabowo, M.Pd., selaku Koordinator SNT Bone Bolango, melakukan diskusi bersama para TPP untuk mengidentifikasi berbagai dinamika yang muncul dalam pelaksanaan tugas sekaligus merumuskan langkah-langkah taktis yang dapat segera dilakukan di lapangan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah kebutuhan dukungan operasional sekolah. Dengan jumlah siswa yang mencapai sekitar 80 orang, kebutuhan pembiayaan operasional sekolah menjadi lebih besar sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya secara cermat dan optimal. Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika pengelolaan SNT yang perlu direspons secara kolaboratif oleh berbagai pihak.
Selain aspek operasional, monitoring juga menekankan pentingnya semangat dan komitmen TPP dalam meningkatkan kualitas murid. TPP tidak hanya diharapkan hadir sebagai pendamping dalam proses pembelajaran, tetapi juga mampu mengambil peran dalam membangun kebiasaan positif, karakter, kemandirian, dan kehidupan sosial-keagamaan siswa.
Hal tersebut terlihat pada pelaksanaan kegiatan keagamaan pada Jumat, 18 September 2026. Siswa laki-laki SNT 2 Banyumas melaksanakan ibadah salat Jumat dengan pendampingan TPP. Kegiatan yang semula direncanakan dilaksanakan di lingkungan SNT kemudian dialihkan ke SMP Negeri 1 Kalibagor, yang berada tepat di seberang SNT, karena pada hari tersebut pasokan air dari PDAM tidak mengalir.
Penyesuaian lokasi tersebut menunjukkan bahwa TPP bersama pihak sekolah mampu mengambil keputusan secara cepat dan praktis dengan tetap mempertahankan tujuan kegiatan. Bagi TPP, situasi seperti ini menjadi bagian dari proses membangun kemampuan adaptasi sekaligus memastikan kegiatan pembinaan siswa tetap berjalan.
Dalam monitoring tersebut, secara umum pelaksanaan program di SNT 2 Banyumas berlangsung dengan baik. Beberapa kebutuhan administratif terkait penyesuaian personel juga sedang dalam proses penyelesaian. Terdapat dua TPP tambahan dan satu Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) tambahan yang menunggu proses pembayaran seiring dengan penyelesaian adendum kontrak. Dokumen adendum telah diterima UNNES dan proses administrasi serta pengajuan pembayaran sedang ditindaklanjuti oleh tim keuangan.
Dr. Ardhi menegaskan bahwa monitoring bukan sekadar kegiatan untuk melihat capaian program, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengar persoalan di lapangan dan menemukan solusi yang dapat segera diterapkan. Dengan komunikasi yang intensif antara koordinator, TPP, dan pihak sekolah, berbagai dinamika pelaksanaan diharapkan dapat ditangani secara cepat dan proporsional.
Melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, UNNES berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan pendampingan di SNT. Peran TPP diharapkan semakin kuat dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang positif serta mendorong perkembangan akademik, karakter, kemandirian, dan kualitas murid secara menyeluruh.










