Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Panguripan Olahraga Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyerahkan sejumlah luaran program kepada mitra di Desa Galangpengampon, Kabupaten Pekalongan, Jumat (22/8/2026). Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian mitra dalam mengelola kegiatan olahraga desa secara terarah dan berkelanjutan.
Salah satu luaran wajib yang diberikan berupa Buku Pedoman Mitra yang disusun sebagai panduan praktis dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan olahraga desa. Selain itu, tim turut menyerahkan Kartu Drill Kepelatihan, Modul Ajar Kepelatihan dan Kepanitiaan Sepak Bola, serta Kalender Kegiatan Olahraga.
Ketua Tim PKM-PM Panguripan Olahraga Muhammad Ishaq Maryo mengatakan, berbagai luaran tersebut dirancang agar dapat digunakan secara langsung oleh mitra dalam menjalankan kegiatan olahraga di desa.
“Kami berharap luaran yang diberikan tidak berhenti sebagai produk program, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh mitra sebagai bekal untuk mengelola kegiatan olahraga secara mandiri. Pendampingan ini kami arahkan agar setelah program selesai, mitra tetap mampu melanjutkan dan mengembangkan kegiatan yang sudah dibangun bersama,” ujarnya.
Selain perangkat kepelatihan, penguatan pengelolaan olahraga desa dilakukan melalui penyusunan Surat Keputusan Tim Pengelola Olahraga Desa, Standar Operasional Prosedur (SOP), dan Kalender Kegiatan Olahraga Desa Galangpengampon. Ketiga perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan olahraga yang memiliki pembagian tugas, pedoman pelaksanaan, dan agenda kegiatan yang lebih jelas.
Kepala Desa Galangpengampon M. Wildan, S.E., M.M., mengatakan pembentukan tim pengelola olahraga beserta perangkat pendukungnya menjadi langkah penting agar kegiatan olahraga desa dapat dilaksanakan secara lebih terarah.
“Kami berharap dengan adanya surat keputusan tim pengelola, standar operasional prosedur, dan kalender kegiatan olahraga ini, kegiatan olahraga di Desa Galangpengampon dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Pemerintah desa pasti mendukung partisipasi pemuda agar olahraga tidak hanya dianggap sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk mengembangkan potensi dan mewujudkan kemandirian masyarakat,” ujarnya.
Kartu Drill Kepelatihan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung latihan sepak bola agar proses kepelatihan berlangsung lebih terstruktur dan variatif. Sementara itu, Modul Ajar Kepelatihan dan Kepanitiaan Sepak Bola menjadi sumber belajar bagi mitra dalam mengembangkan kemampuan kepelatihan sekaligus mengelola penyelenggaraan kegiatan sepak bola.
Disisi lain, Ketua Karang Taruna Tunas Bangkit Ahmad Amiruddin mengapresiasi pembentukan tim pengelola olahraga yang dinilai dapat memberikan ruang lebih besar bagi pemuda untuk terlibat dalam kegiatan olahraga desa.
“Kami dari Karang Taruna Tunas Bangkit sangat menghargai adanya pembentukan tim pengelola olahraga ini. Dengan adanya pembagian tugas yang jelas dan kalender kegiatan, kami merasa lebih mudah untuk mengajak pemuda berpartisipasi serta bersama-sama mengembangkan kegiatan olahraga,” ungkapnya.
Dosen pendamping Tim PKM-PM Panguripan Olahraga dr. Sri Haryono, S.Pd., M.Or., menjelaskan bahwa pendampingan tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan kegiatan selama program berlangsung, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk meneruskan hasil yang telah diperoleh.
“Pendampingan bukan hanya tentang menyelesaikan kegiatan selama program berlangsung. Hal yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat diteruskan oleh masyarakat. Karena itu, kami memberikan perangkat yang dapat digunakan mitra secara berkelanjutan, mulai dari pedoman, kartu drill, modul, hingga kalender kegiatan olahraga,” jelasnya.
Melalui berbagai perangkat tersebut, PKM-PM Panguripan Olahraga UNNES tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga membantu mitra menyiapkan sistem pengelolaan kegiatan yang dapat diterapkan secara mandiri. Pemuda desa diharapkan semakin memiliki ruang untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pembagian tugas, hingga evaluasi kegiatan olahraga.
Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UNNES dalam mengembangkan kapasitas masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat. Hasil pendampingan diharapkan dapat terus dimanfaatkan mitra sesuai dengan kebutuhan dan potensi olahraga yang dimiliki Desa Galangpengampon.




