SEMARANG – FMIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendukung upaya rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri melalui rangkaian kegiatan penanaman sebanyak 61.600 tanaman di wilayah hulu dan hilir DAS Bodri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan dunia usaha, masyarakat, lembaga pemberdayaan masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi ekologis DAS Bodri. DAS Bodri yang ditetapkan sebagai salah satu DAS prioritas rehabilitasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025–2029.
Rangkaian kegiatan tersebut mencakup penanaman 1.600 tanaman di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, pada 29 Agustus 2026, serta penanaman 60.000 bibit mangrove di Dusun Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, yang dilaksanakan secara bertahap sejak Agustus hingga Oktober 2026. Kedua lokasi memiliki posisi ekologis yang saling berkaitan, yakni Desa Peron sebagai kawasan hulu dan Dusun Pilangsari, Desa Pidodokulon, sebagai kawasan hilir DAS Bodri.
Memperkuat Konservasi Kawasan Hulu DAS Bodri
Kegiatan penanaman di Desa Peron dilaksanakan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM FMIPA UNNES bersama masyarakat Desa Peron dan didukung oleh PT Mas Arya Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, ini melibatkan 120 mahasiswa baru FMIPA UNNES, 100 warga Desa Peron, serta 50 perwakilan PT Mas Arya Indonesia dan PT Silueta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan FMIPA UNNES Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si.; Wakil Dekan FMIPA Bidang Bisnis, Riset, dan Kerja Sama Prof. Dr. Sutikno, S.T., M.T.; Teguh Prihanto, S.T., M.T. dari Subdirektorat Konservasi UNNES; Abdul Jabbar, M.Ling. selaku dosen pendamping Tim PPK Ormawa; serta Trida Ridho Fariz, M.Sc. dari Gugus Konservasi dan SDGs FMIPA. Dari pihak pemerintah daerah, kegiatan ini juga dihadiri oleh Pujiharini, S.Hut., M.P. dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah serta Ignatius Hidayat Edhi Nugroho, S.Kom., M.A. dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman sebanyak 200 bibit durian, 200 bibit mahoni, 200 bibit alpukat, dan 1.000 tanaman vetiver (akar wangi). Bibit durian, mahoni, dan alpukat merupakan dukungan CSR PT Mas Arya Indonesia. Sementara itu, vetiver ditanam secara khusus pada lereng dan kawasan gully untuk membantu memperkuat struktur tanah, mengurangi limpasan permukaan, serta mengendalikan erosi.
Desa Peron memiliki posisi strategis dalam sistem hidrologis DAS Bodri karena berada di kawasan hulu. Kawasan ini berperan penting dalam mengatur tata air, meningkatkan infiltrasi, dan mengendalikan erosi serta sedimentasi yang berpotensi memengaruhi wilayah hilir. Oleh karena itu, penanaman vegetasi di kawasan hulu diharapkan dapat memperkuat fungsi konservasi tanah dan air sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Masyarakat Desa Peron diharapkan dapat berperan aktif dalam pemeliharaan tanaman sehingga manfaat penanaman dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Rehabilitasi Mangrove di Kawasan Hilir Muara Bodri
Upaya konservasi berlanjut di Dusun Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, yang berada di kawasan hilir Muara Bodri. Di lokasi ini, FMIPA UNNES turut mendukung program rehabilitasi ekosistem pesisir melalui kolaborasi dengan PAMA Group dan Pusat Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP) Kendal, yang diwujudkan melalui penanaman 60.000 bibit mangrove jenis Rhizophora. Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PAMA Group dengan dukungan pendanaan dari perusahaan. Dalam kolaborasi tersebut, FMIPA UNNES berperan mendukung koordinasi, penguatan aspek akademik, serta edukasi lingkungan, termasuk pelibatan mahasiswa dalam kegiatan rehabilitasi. Sementara itu, P3MP Kendal menjadi mitra pelaksana kegiatan penanaman di lapangan. Kolaborasi ini mempertemukan kontribusi dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga masyarakat pesisir dalam mendukung pemulihan ekosistem mangrove Muara Bodri.
Pemilihan lokasi penanaman memiliki pertimbangan ekologis dan kesesuaian tata ruang. Kawasan Muara Bodri merupakan wilayah estuari, yaitu tempat pertemuan aliran air tawar Sungai Bodri dan air laut dari Laut Jawa. Wilayah ini memiliki proses akresi yang relatif tinggi, berupa penambahan daratan akibat akumulasi sedimen yang berpotensi mendukung perkembangan habitat mangrove. Selain itu, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kendal, lokasi penanaman berada dalam kawasan ekosistem mangrove. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting dalam mendukung upaya rehabilitasi dan pemulihan fungsi ekologis pesisir.

Program penanaman dilaksanakan secara bertahap sejak Agustus hingga Oktober 2026, melanjutkan penanaman 2.000 bibit mangrove oleh PAMA Group di Pantai Mangunharjo, Semarang, pada Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa FMIPA UNNES serta mahasiswa internasional melalui program Natura Scientia Camp (NSC) dari Universiti Malaya dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Keterlibatan internasional semakin luas melalui NSC Flash 2026, yang diikuti 64 mahasiswa dari 16 negara. Partisipasi mahasiswa lintas negara menjadikan rehabilitasi mangrove tidak hanya sebagai aksi konservasi pesisir, tetapi juga sarana pembelajaran lapangan, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kepedulian global terhadap perubahan iklim serta keberlanjutan ekosistem pesisir.

Kolaborasi Hulu-Hilir untuk Pemulihan DAS Bodri
Rangkaian penanaman di Desa Peron dan Pidodokulon menunjukkan komitmen kolaboratif dalam memulihkan fungsi ekologis DAS Bodri dari hulu hingga hilir. Vegetasi di kawasan hulu berperan menjaga infiltrasi air, memperkuat struktur tanah, serta mengurangi erosi dan sedimentasi. Sementara itu, mangrove di kawasan hilir berfungsi melindungi garis pantai, meredam energi gelombang, menyediakan habitat keanekaragaman hayati, dan menyimpan karbon.
Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 61.600 tanaman telah ditanam dengan melibatkan FMIPA UNNES, PT Mas Arya Indonesia, PAMA Group, P3MP Kendal, mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah. Sinergi ini tidak hanya memperkuat upaya rehabilitasi lingkungan, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan, pendidikan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta keterlibatan dunia usaha dalam konservasi. Penanaman durian dan alpukat juga berpotensi memberikan manfaat pangan dan ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below Water), SDG 15 (Life on Land), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). FMIPA UNNES terus mendorong kolaborasi multipihak agar rehabilitasi DAS Bodri tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut melalui pemeliharaan dan pemantauan untuk memastikan pertumbuhan vegetasi serta keberlanjutan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat.





