KENDAL – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Natura Scientia Camp (NSC) Flash 2026 pada 7–8 Oktober 2026. Mengusung semangat “A Short Journey, A Lasting Impact”, kegiatan ini dirancang sebagai pengalaman pembelajaran singkat yang memadukan sains, kreativitas, keberlanjutan, dan pengalaman langsung di lapangan. Rangkaian kegiatan NSC Flash 2026 mencakup STEM Workshop, Ecoprint Workshop, dan penanaman mangrove. Recap NSC

NSC Flash 2026 diikuti oleh 64 mahasiswa dari 16 negara, yang berasal dari Nigeria, Timor-Leste, Sudan, Pakistan, Yaman, Thailand, Jepang, Kenya, Afghanistan, Uganda, Mali, Gambia, Maroko, Vietnam, Zimbabwe, dan Spanyol. Keberagaman peserta tersebut menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai program pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan pertukaran pengalaman lintas negara.
Belajar Sains dan Kreativitas
Rangkaian NSC Flash dimulai pada 7 Oktober 2026 di lingkungan FMIPA UNNES. Kegiatan pertama adalah peserta mengikuti STEM Workshop yang disampaikan oleh STEM EduCenter UNNES. Melalui pendekatan hands-on learning, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengeksplorasi konsep sains, teknologi, dan penerapannya secara praktis. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Ecoprint Workshop, yang memperkenalkan pemanfaatan material alami untuk menghasilkan karya kreatif sekaligus mengenalkan praktik yang lebih ramah lingkungan.
Dua kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran NSC Flash yang tidak hanya menempatkan peserta sebagai penerima materi, tetapi juga mendorong mereka untuk mengalami secara langsung proses eksplorasi, kreativitas, dan penerapan konsep keberlanjutan.

Dari Pembelajaran ke Aksi di Pesisir
Puncak NSC Flash 2026 berlangsung pada 8 Oktober 2026 melalui kegiatan penanaman mangrove di kawasan Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Sejak pagi, peserta melakukan perjalanan menuju lokasi penanaman dan kemudian terlibat langsung dalam kegiatan rehabilitasi mangrove. Bagi para peserta internasional, kegiatan ini menjadi pengalaman lapangan untuk mengenal secara langsung ekosistem pesisir Indonesia sekaligus mengambil bagian dalam aksi konservasi lingkungan.

Kegiatan penanaman mangrove tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PAMA Group, Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP) Kendal, serta didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal.

Kolaborasi tersebut mempertemukan unsur perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam satu kegiatan lingkungan. Bagi FMIPA UNNES, keterlibatan mahasiswa internasional dalam kegiatan lapangan memberikan kesempatan untuk menghubungkan pembelajaran di lingkungan kampus dengan persoalan lingkungan yang nyata di masyarakat.

Penanaman mangrove juga menjadi bagian dari program rehabilitasi pesisir yang dilakukan PAMA Group di Pidodokulon. Melalui kegiatan ini, peserta NSC Flash tidak hanya mempelajari ekosistem mangrove secara konseptual, tetapi turut berpartisipasi dalam upaya pemulihan ekosistem pesisir.
Membawa Pengalaman Lingkungan ke Dunia Internasional
Keterlibatan 64 mahasiswa dari berbagai negara memberikan dimensi internasional pada kegiatan konservasi lingkungan tersebut. Peserta tidak hanya datang untuk mengenal lingkungan akademik dan budaya di Indonesia, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai tantangan dan upaya pengelolaan lingkungan di kawasan pesisir.
Melalui rangkaian STEM, ecoprint, hingga penanaman mangrove, NSC Flash 2026 memperlihatkan bahwa pembelajaran sains dapat dikembangkan melalui pengalaman yang menghubungkan pengetahuan, kreativitas, dan aksi nyata. Bagi FMIPA UNNES, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran yang berorientasi pada keberlanjutan sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. Pertemuan mahasiswa dari berbagai negara dalam satu kegiatan juga membuka ruang untuk berbagi perspektif mengenai isu lingkungan yang semakin bersifat global.
Rangkaian kegiatan NSC Flash 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman, SDG 13 (Climate Action) melalui edukasi dan aksi lingkungan, SDG 14 (Life Below Water) melalui rehabilitasi ekosistem pesisir dan mangrove, SDG 15 (Life on Land) melalui upaya konservasi ekosistem dan keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan peserta internasional.
Dengan berakhirnya kegiatan NSC Flash 2026 meninggalkan lebih dari sekadar rangkaian aktivitas selama dua hari. Melalui pengalaman belajar dan aksi lingkungan bersama, kegiatan ini membawa pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bahasa bersama yang mempertemukan generasi muda dari berbagai negara.




