Semarang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan mendukung kesejahteraan sivitas akademika melalui berbagai program mentoring sebaya, edukasi pencegahan kekerasan seksual, dan layanan kesehatan mental. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 menjadi bagian dari upaya fakultas dalam menyediakan dukungan bagi mahasiswa, termasuk kelompok yang rentan maupun kurang terwakili, sehingga tercipta lingkungan belajar yang sehat, aman, dan bebas dari diskriminasi.

Sebagai bentuk edukasi kepada mahasiswa, Divisi Annisa – Forum Mahasiswa Islam (FMI) FMIPA UNNES, organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang kerohanian Islam, menyelenggarakan video podcast bertema pencegahan kekerasan terhadap perempuan pada 10 Mei 2025. Podcast tersebut membahas berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, serta langkah-langkah pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai penghormatan terhadap hak-hak perempuan, mengenali bentuk-bentuk kekerasan seksual maupun non-seksual, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati dan berani melaporkan tindakan kekerasan maupun diskriminasi.
Sebagai bagian dari implementasi kebijakan Universitas Negeri Semarang dalam menciptakan kampus yang aman, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh warga kampus dapat melaporkan dugaan kekerasan seksual kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UNNES. Keberadaan Satgas PPK memberikan perlindungan kepada korban maupun pelapor serta memastikan setiap laporan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui berbagai kegiatan edukasi yang diselenggarakan di FMIPA, mekanisme pelaporan tersebut terus disosialisasikan sehingga sivitas akademika memahami hak, perlindungan, dan prosedur penanganan apabila terjadi kekerasan maupun diskriminasi.

Selain itu, Departemen Pendampingan Kekerasan Seksual dan Kesehatan Mental BEM FMIPA UNNES secara aktif mengembangkan program mentoring dan dukungan sebaya (peer support). Pada 12 April 2025, departemen tersebut menyelenggarakan Pelatihan Konselor Sebaya dengan tema “Peduli, Responsif, dan Profesional: Meningkatkan Kapasitas Penanganan Kasus Kekerasan Seksual dan Kesehatan Mental.” Pelatihan ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menjadi konselor sebaya yang mampu mendampingi teman secara empatik, memberikan respons yang tepat, serta melakukan pendampingan awal secara profesional sebelum dirujuk kepada layanan yang lebih kompeten apabila diperlukan. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata penyediaan mentoring dan dukungan sebaya bagi mahasiswa, khususnya bagi mereka yang menghadapi persoalan kekerasan seksual maupun kesehatan mental.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai kampanye kesehatan mental. Pada 11 September 2025, Departemen Pendampingan Kekerasan Seksual dan Kesehatan Mental BEM FMIPA UNNES menyelenggarakan MIPA ACT 2 dalam rangka memperingati World Suicide Prevention Day dengan tema “Creating Hope Through Action.” Kampanye ini mengajak mahasiswa untuk lebih peduli terhadap isu kesehatan mental, memperkuat dukungan sosial, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan bunuh diri melalui kepedulian bersama. Selanjutnya, pada 10 Oktober 2025, bertepatan dengan World Mental Health Day, diselenggarakan MIPA ACT 3 yang mengajak sivitas akademika menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan mental serta membangun lingkungan kampus yang lebih suportif bagi seluruh mahasiswa.
Penguatan layanan kesehatan mental di FMIPA UNNES juga didukung oleh pembentukan Tim Layanan Kesehatan Mental UNNES berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor T/116/UN37/HK.02/2025 tentang Satuan Tugas Layanan Kesehatan Mental Universitas Negeri Semarang Tahun 2025. Kehadiran satuan tugas tersebut memperkuat sistem pendampingan, konseling, dan rujukan bagi sivitas akademika yang membutuhkan dukungan psikologis, sekaligus melengkapi berbagai program mentoring dan peer support yang telah berjalan di tingkat fakultas dan organisasi mahasiswa.
Melalui rangkaian program tersebut, FMIPA UNNES menyediakan program mentoring, konseling, dan dukungan sebaya untuk mendukung mahasiswa, termasuk kelompok yang kurang terwakili maupun mahasiswa yang menghadapi tantangan kesehatan mental dan kekerasan seksual. Kolaborasi antara fakultas, organisasi mahasiswa, serta satuan tugas universitas menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, aman, saling mendukung, dan bebas dari diskriminasi.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penyediaan program mentoring, konseling, dan dukungan sebaya yang inklusif bagi mahasiswa, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan layanan kesehatan mental dan kampanye pencegahan bunuh diri, SDG 5 (Gender Equality) melalui edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan korban kekerasan seksual, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan mekanisme pelaporan dan perlindungan terhadap korban maupun pelapor kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.




