Lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengembangkan bahan ajar matematika berbasis Kain Tapis Lampung yang memadukan etnomatematika dengan teknologi digital. Inovasi ini dirancang untuk menghadirkan pembelajaran geometri yang lebih kontekstual dan interaktif bagi murid.
Bahan ajar tersebut dikembangkan oleh Ayu Rahmawati, Annisa Ayu Pradani Putri, Masyitha Khairunnisa, Febiana Daris Salma, dan Immanuel Hutapea di bawah bimbingan dosen Adi Satrio Ardiansyah. Materi yang dikembangkan berfokus pada transformasi geometri dengan memanfaatkan motif Kain Tapis Lampung yang memiliki pola simetris dan berulang.
Melalui pendekatan etnomatematika, konsep translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi disajikan melalui pola Kain Tapis. Penggunaan pola tersebut memberikan konteks visual dalam memahami materi transformasi geometri yang sebelumnya disajikan dalam bentuk gambar.
Bahan ajar ini juga mengintegrasikan model Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah. Melalui model tersebut, murid diarahkan untuk mengamati, menemukan pola, dan menyelesaikan permasalahan geometri secara mandiri. Dengan demikian, buku ajar tidak hanya memuat materi, tetapi juga aktivitas yang melibatkan murid dalam proses pembelajaran.
Untuk mendukung pembelajaran yang interaktif, bahan ajar tersebut dilengkapi teknologi Augmented Reality (AR) dan GeoGebra. Integrasi kedua teknologi ini memungkinkan penyajian visualisasi tiga dimensi yang dinamis. Murid dapat memanipulasi dan memutar objek geometri melalui perangkat yang digunakan.
Kualitas bahan ajar kemudian dinilai melalui tahapan validasi, uji respons murid, dan uji keterbacaan. Uji respons murid dilaksanakan di SMP Negeri 12 Semarang pada 6 Mei 2026, sedangkan uji keterbacaan dilaksanakan di SMA Negeri 7 Semarang pada 7 Mei 2026.
Hasil penilaian menunjukkan produk memperoleh persentase validasi sebesar 90,07 persen dengan kriteria sangat layak. Sementara itu, tingkat keterbacaan mencapai 85 persen dengan kriteria sangat mudah dibaca dan respons murid sebesar 93 persen dengan kriteria sangat tinggi.




