Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program Lantip 8 turut mengambil peran penting dalam menyukseskan Peringatan Bulan Bahasa 2026 di SMP Negeri 16 Semarang, Selasa (27/10/2026). Para mahasiswa ini tidak hanya membantu kelancaran operasional acara, tetapi juga dipercaya untuk turun langsung sebagai tim penilai atau juri dalam berbagai mata lomba.
Keterlibatan aktif mahasiswa UNNES ini terlihat dari pembagian tugas di empat kategori lomba, yakni rumpun Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan Seni. Berkolaborasi dengan guru-guru pamong, para mahasiswa mendedikasikan ilmunya untuk menilai karya dan penampilan siswa secara objektif. Beberapa mahasiswa tercatat menjadi juri untuk lomba esai, dongeng, geguritan, komedi tunggal, maca aksara Jawa, speech, menggambar ilustrasi, melukis pot, hingga menghias layang-layang.
Salah satu Mahasiswa Lantip 8 UNNES Devi mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam kepanitiaan dan penjurian Peringatan Bulan Bahasa ini merupakan pengalaman lapangan yang sangat berharga guna menjadi calon pendidik.
“Bagi kami mahasiswa Lantip 8 UNNES, dilibatkan langsung dalam kepanitiaan dan penjurian Peringatan Bulan Bahasa ini adalah pengalaman lapangan yang sangat berharga. Kami bisa melihat langsung betapa luar biasanya kreativitas dan keberanian siswa SMPN 16 Semarang dalam berkarya. Antusiasme mereka sekaligus memotivasi kami sebagai calon pendidik untuk terus belajar bagaimana mengelola event sekolah dan membimbing potensi anak-anak secara langsung,” tegas Devi.
Sinergi yang apik antara pihak sekolah dan mahasiswa praktik ini mendapat apresiasi penuh dari pimpinan sekolah. Kepala SMPN 16 Semarang, Purnami Subadiyah, S.Pd., M.Pd., secara khusus menyoroti dampak positif dari kehadiran para mahasiswa dalam menyukseskan acara tahunan ini.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kontribusi adik-adik mahasiswa Lantip 8 UNNES. Kehadiran mereka tidak hanya sangat membantu bapak dan ibu guru secara teknis di lapangan, tetapi juga memberikan warna baru dan energi positif yang luar biasa bagi para siswa yang berlomba. Kolaborasi semacam ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah dan perguruan tinggi bisa bersinergi mencetak generasi yang unggul dan berbudaya,” ungkap Purnami.
Selain diisi dengan puluhan perlombaan, kehadiran mahasiswa UNNES juga membantu mengondisikan berbagai kegiatan tambahan edukatif di luar kelas. Acara yang melibatkan seluruh warga sekolah ini turut diwarnai dengan edukasi lingkungan pembuatan ecobrick, pengenalan Artificial Intelligence (AI), serta gladi bersih parade merah putih.




