Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) memberikan pelatihan kepada 12 siswa terpilih SD Negeri Ngijo 02 melalui kegiatan “Halo Dokter Kecil”, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan SKM Penggerak Pendidikan di Sekolah oleh Kelompok 12.
Dalam pelatihan tersebut, siswa mendapatkan pembekalan mengenai peran Dokter Kecil dalam mendukung kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), termasuk menjaga kebersihan lingkungan, membantu pelayanan kesehatan, serta mengajak teman untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kegiatan diawali dengan mood check. Siswa diminta menunjukkan kondisi suasana hati menggunakan satu hingga lima jari, mulai dari sedih, lelah, oke, bahagia, hingga bersemangat. Melalui kegiatan ini, siswa dikenalkan pada pentingnya mengenali kondisi diri dan menyampaikan perasaan yang sedang dialami.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan UKS dan peran Dokter Kecil. Siswa diberikan pemahaman mengenai sikap dan perilaku hidup sehat, cara mengajak teman menerapkan kebiasaan sehat, serta keterlibatan Dokter Kecil dalam menjaga lingkungan sekolah dan membantu guru maupun petugas kesehatan.
Tidak hanya mendapatkan materi, siswa juga mengikuti praktik menggunakan sejumlah perlengkapan kesehatan. Mereka dikenalkan dengan isi kotak P3K, seperti plester, kasa steril, antiseptik, alkohol 70 persen, dan oralit. Selain itu, siswa diperkenalkan dengan beberapa peralatan UKS, di antaranya termometer, timbangan, stadiometer, dan tandu.
Siswa juga belajar cara merawat kotak P3K dengan memeriksa tanggal kedaluwarsa serta menyimpannya di tempat yang sejuk, kering, dan mudah dijangkau. Dalam materi pertolongan pertama, siswa diarahkan untuk tetap tenang, melihat kondisi teman, memanggil guru, dan memberikan bantuan sesuai arahan.
Pada sesi berikutnya, siswa mempraktikkan penanganan cedera ringan, seperti luka, memar, dan mimisan. Untuk luka ringan, siswa belajar membersihkan luka dan menutupnya menggunakan kasa atau plester. Sementara pada kondisi memar, siswa dikenalkan dengan penggunaan kompres dingin. Untuk mimisan, siswa diajarkan duduk dengan posisi tubuh condong ke depan dan memijat lembut bagian cuping hidung.
Materi kesehatan gigi dan mulut turut diberikan dalam pelatihan. Siswa dikenalkan dengan jenis dan fungsi gigi serta sejumlah masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, radang gusi, karang gigi, dan sariawan.
Siswa kemudian mempraktikkan lima langkah menyikat gigi, mulai dari bagian luar, samping, permukaan kunyah, bagian dalam, hingga lidah. Mereka juga diingatkan untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur.
Pelatihan ditutup dengan penyematan atribut Dokter Kecil secara simbolis kepada para peserta. Pin Dokter Kecil menjadi simbol kepercayaan dan tanggung jawab, sementara kotak P3K menjadi simbol kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan bekal untuk menjalankan peran sebagai Dokter Kecil dengan tetap melibatkan guru ketika membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pembekalan ini juga mengenalkan kepada siswa bahwa kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari lingkungan sekolah melalui hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan, menyikat gigi, dan membantu teman dengan aman.




