Kabupaten Semarang, 15 Juli 2026 – Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) Semester I Tahun 2026 pada tanggal 14–15 Juli 2026 di Hotel Wahid Bandungan Hotel & Resort, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja Semester I Tahun 2026, menyusun strategi percepatan program Semester II, serta memperkuat sinergi antarunit dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Strategis (Renstra), dan visi UNNES sebagai universitas bereputasi dunia.
Rapat dihadiri oleh Ketua LPPP, Sekretaris LPPP, para Kepala Pusat, Kepala Administrasi, Ketua Gugus, Staf Akademik dan Perwakilan Tenaga Kependidikan di lingkungan LPPP UNNES. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Faridha Rahmawati, S.E., M.M., dilanjutkan pembacaan doa oleh Akbar Syamsul Arifin, S.Pd., M.Pd.I. Selanjutnya, Sekretaris LPPP, Mohamad Ikhwan Rosyidi, S.S., M.A., selaku ketua panitia menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.
Dalam laporannya, Sekretaris LPPP menyampaikan bahwa Rapat Pimpinan merupakan agenda rutin yang memiliki peran penting sebagai media evaluasi capaian kinerja organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan dan program prioritas semester berikutnya. Selain menghasilkan dokumen evaluasi capaian Semester I Tahun 2026, rapat ini juga menghasilkan rekomendasi tindak lanjut, penyempurnaan manajemen risiko, serta penguatan tata kelola sebagai dasar peningkatan kinerja seluruh unit di lingkungan LPPP.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt., yang hadir mewakili Rektor UNNES. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa Rapat Pimpinan harus menjadi forum strategis yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian laporan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi berbasis data untuk mengidentifikasi capaian, kendala, kesenjangan kinerja, serta merumuskan langkah percepatan pada Semester II Tahun 2026. Setiap unit diharapkan mampu menyelaraskan program kerjanya dengan target universitas sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian IKU, penguatan tata kelola PTN-BH, reputasi internasional, serta pembangunan universitas yang berdampak.
Lebih lanjut, Prof. Zaenuri menekankan bahwa seluruh unit perlu memberikan perhatian terhadap berbagai indikator strategis yang masih memerlukan percepatan, di antaranya peningkatan angka kelulusan tepat waktu, peningkatan jumlah mahasiswa internasional, rekognisi dosen di tingkat global, publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta perluasan kemitraan dengan industri, pemerintah, dan perguruan tinggi dunia. Menurutnya, internasionalisasi bukan sekadar aktivitas mobilitas akademik, tetapi harus menghasilkan luaran nyata berupa publikasi, kolaborasi riset, penguatan reputasi akademik, dan peningkatan posisi UNNES dalam berbagai pemeringkatan internasional.
Sementara itu, Ketua LPPP UNNES, Prof. Dr. Hj. Rodiyah, S.Pd., S.H., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap program yang dilaksanakan LPPP harus menghasilkan luaran yang terukur dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan, pengembangan profesi, serta pencapaian target kinerja universitas. Beliau juga mengingatkan bahwa LPPP memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pengembangan pembelajaran, kurikulum, praktik kependidikan, sertifikasi profesi, pusat layanan bahasa, sekolah laboratorium, hingga berbagai layanan akademik lainnya yang secara langsung mendukung peningkatan kualitas pendidikan di UNNES.
Menurut Prof. Rodiyah, keberhasilan LPPP tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kontribusinya terhadap peningkatan Indikator Kinerja Utama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, capaian Renstra UNNES, serta penguatan reputasi universitas di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, seluruh pusat diminta menyajikan data kinerja yang akurat, memperkuat budaya evaluasi, serta terus mengembangkan inovasi layanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan global.
Selanjutnya, masing-masing Kepala Pusat, Kepala Administrasi dan Ketua Gugus memaparkan capaian program Semester I Tahun 2026, termasuk perkembangan pelaksanaan UNNES LANTIP, pengembangan kurikulum, layanan sertifikasi profesi, peningkatan layanan di Labschool UNNES, penguatan Zona Integritas, efektivitas serapan anggaran, hingga berbagai strategi percepatan program pada Semester II. Seluruh paparan kemudian didiskusikan secara komprehensif untuk memperoleh solusi bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masing-masing unit.
Rapat juga membahas berbagai isu strategis pengembangan kelembagaan, antara lain penguatan manajemen risiko, peningkatan kualitas layanan publik, optimalisasi tata kelola berbasis digital, pengembangan internasionalisasi, penyusunan program prioritas Tahun 2027, serta kontribusi LPPP dalam mendukung target World Class University (WCU), THE Impact Rankings, dan berbagai indikator kinerja universitas.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta menyepakati sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar pelaksanaan program Semester II Tahun 2026. Rekomendasi tersebut meliputi percepatan pencapaian IKU, penguatan kolaborasi lintas pusat, peningkatan kualitas layanan akademik dan nonakademik, optimalisasi sistem monitoring dan evaluasi, penguatan dokumentasi data kinerja, serta implementasi manajemen risiko sebagai instrumen penguatan tata kelola organisasi.
Melalui Rapat Pimpinan Semester I Tahun 2026 ini, LPPP UNNES menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak. Sinergi seluruh unit diharapkan mampu mempercepat pencapaian target institusi sekaligus memperkuat posisi UNNES sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional yang unggul dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan profesi.
Penyelenggaraan Rapat Pimpinan LPPP Semester I Tahun 2026 ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu tata kelola pendidikan dan pengembangan kapasitas akademik, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penerapan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan berbasis manajemen risiko, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi lintas unit dan perluasan jejaring nasional maupun internasional dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang berdampak.





