Para dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengadakan pelatihan ecoprint pada gelas mug yang dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK di Ngijo, Gunungpati.
Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui pemberian keterampilan baru dalam membuat produk ramah lingkungan yang bernilai seni tinggi.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat tersebut dilakukan lima dosen dan tiga mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Ecoprint merupakan teknik mencetak pola atau desain dari dedaunan dan bahan alami lainnya ke atas kain atau bahan lainnya.
Cara ini tidak hanya menghasilkan produk yang estetik tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia dan plastik.
Dalam kegiatan ini, warga diajarkan cara mengaplikasikan teknik ecoprint pada gelas mug, menjadikannya produk unik yang bernilai jual tinggi.
Pelatihan yang diadakan pada 10-11 Mei 2025 ini melibatkan, Pramesti Adika Ratri, Mia Hafizah Tumangger, Rina Rachmawati, Muh Fakhrihun Naam, serta Maria Krisnawati yang memimpin langsung pelatihan.
Selain itu, dibantu oleh tiga mahasiswa yang turut terlibat aktif dalam proses pelatihan ini.
Maria Krisnawati menjelaskan pelatihan ini merupakan kesempatan bagi ibu-ibu PKK Desa Ngijo untuk mengembangkan keterampilan baru yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.
“Kami ingin ibu-ibu PKK tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang seni dan kerajinan, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan melalui produk-produk yang mereka buat,” ujarnya.
Sementara itu, Pramesti Adika Ratri menambahkan ecoprint merupakan teknik seni memberikan nilai tambah pada produk dengan memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan.
“Dengan teknik ini, ibu-ibu bisa menghasilkan produk yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi di pasar yang semakin peduli terhadap isu-isu lingkungan,” katanya.




