Related to SDGs



Universitas Negeri Semarang (UNNES) memanfaatkan momentum UNNES Fair 2026 sebagai wadah edukasi inklusif bagi mahasiswa baru dalam pembentukan karakter dan pengembangan minat bakat. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di depan lapangan Dumafi FIK UNNES, Kota Semarang, ini menghadirkan 72 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam 40 stan pameran. Selain mengenalkan ragam organisasi kemahasiswaan, agenda ini diisi dengan kampanye masif pencegahan narkoba, korupsi, dan kekerasan. Wakil Rektor I UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt., menegaskan komitmen kampus dalam mencetak generasi muda berkepribadian unggul. “UNNES selalu mendorong agar mahasiswa tidak semata-mata unggul dalam prestasi, tetapi juga unggul dalam karakter. Salah satu caranya adalah dengan berkegiatan melalui UKM sesuai bakat dan minat,” jelasnya.
Gerakan sosial ini diinisiasi oleh DUSDM dan dikembangkan melalui kolaborasi lintas unit di UNNES dengan pendekatan jemput bola secara langsung di pusat keramaian mahasiswa. Para pengunjung diajak berinteraksi aktif serta menyebarluaskan konten edukatif melalui media sosial guna memperluas jangkauan pesan. Kepala Seksi Aset UNNES, Agung Wiyanto, S.Pd., menyampaikan bahwa aksi kolaboratif ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya integritas kampus. “Gerakan ini tidak cukup hanya dilakukan oleh satu unit. Setelah kami kaji, ternyata ada beberapa unit di UNNES yang memiliki gerakan dan perhatian yang sama, yaitu anti narkoba, anti korupsi, dan anti kekerasan. Karena itu, kami berpikir gerakan ini perlu dikolaborasikan,” terangnya. Ia menambahkan bahwa strategi mendatangi massa dilakukan agar pesan tersebut meresap kuat. “Sekarang kami akan mendatangi massa, menyelami dunia mereka. Harapannya, gerakan ini bisa menjadi lebih masif dan semakin banyak muncul agen anti narkoba, anti korupsi, dan anti kekerasan,” ungkap Agung.
Tidak hanya berfokus pada isu sosial dan integritas, kegiatan ini juga menyisipkan edukasi lingkungan melalui pembagian tas belanja ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti plastik sekali pakai. Inisiatif komprehensif ini secara nyata mendukung tiga pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, kegiatan ini memperkuat Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (SDG 16) melalui kampanye pencegahan kekerasan, korupsi, dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan akademis. Kedua, acara ini menyokong Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dengan menyediakan ruang pembelajaran holistik untuk mengasah minat, bakat, serta kepemimpinan mahasiswa di luar kelas. Terakhir, pembagian pengganti kantong plastik sekali pakai berkontribusi pada Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12) guna membangun budaya kampus konservasi yang berkelanjutan.



