Related to SDGs



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar pelatihan inovatif pengolahan limbah rumah tangga di Balai Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 40 anggota Tim Penggerak PKK Desa Kalitengah yang antusias belajar mengubah minyak goreng bekas atau jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai jual. Penanggung jawab program, Hasna Anindya Putri, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi kreatif. Melalui edukasi interaktif dan praktik langsung, para peserta diajarkan teknik pemurnian minyak jelantah menggunakan arang aktif selama 24 jam untuk menghilangkan bau, sebelum dipanaskan dan dicampur dengan paraffin wax serta minyak esensial.
Inisiatif pemberdayaan masyarakat ini mendapat sambutan yang sangat positif dari pemerintah desa dan tokoh lokal. Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kalitengah, Sarmini, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para mahasiswa dalam memberikan solusi nyata terhadap permasalahan limbah dapur harian. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini karena memberikan wawasan baru kepada ibu-ibu PKK. Selama ini minyak jelantah hanya menjadi limbah rumah tangga yang kurang dimanfaatkan, padahal ternyata dapat diolah menjadi lilin aromaterapi yang menarik dan memiliki nilai ekonomi. Semoga ilmu yang diberikan dapat diterapkan di rumah dan bahkan dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar Sarmini di akhir kegiatan. Program yang didukung oleh Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES dan Pemerintah Desa Kalitengah ini menjadi bukti nyata semangat tagline “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa”.
Langkah nyata yang diusung oleh KKN GIAT 16 UNNES ini mendukung pencapaian tiga pilar utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, kegiatan ini memperkuat Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12) melalui pengelolaan dan pemanfaatan ulang limbah minyak goreng guna mengurangi pencemaran lingkungan. Kedua, pelatihan ini mendorong Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8) dengan membekali warga keterampilan kewirausahaan berbasis ekonomi kreatif yang berpotensi menjadi usaha rumahan. Terakhir, keberhasilan program ini mencerminkan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17), yang terwujud lewat sinergi erat antara akademisi UNNES, Pemerintah Desa Kalitengah, serta Tim Penggerak PKK demi kesejahteraan masyarakat lokal.



