Related to SDGs



Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus berkomitmen melestarikan kesenian lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dengan menerjunkan tim dosen dan mahasiswa ke tengah masyarakat. Kegiatan pendampingan ini secara khusus ditujukan kepada pengelola serta anggota sanggar seni di Dusun Selo, Desa Lemah Ireng, Kabupaten Semarang, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Tim pengabdian yang beranggotakan tiga dosen UNNES, yakni Amelia Choya TR, Diyamon Prasandha, dan Jeane Fransina DT, bersama para mahasiswa, hadir untuk membantu masyarakat merancang strategi digitalisasi. Melalui langkah ini, potensi kesenian lokal diharapkan dapat dikemas lebih modern dan diperkenalkan kepada khalayak yang jauh lebih luas tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya.
Dalam praktiknya, tim akademisi ini membimbing pengelola sanggar untuk menerjemahkan berbagai potensi budaya—seperti dokumentasi pertunjukan, profil sanggar, hingga cerita aktivitas warga—ke dalam bentuk konten digital yang edukatif sekaligus promotif. Salah satu dosen UNNES, Amelia Choya TR, menegaskan bahwa kemajuan teknologi mutlak dimanfaatkan sebagai ruang baru pelestarian budaya. “Digitalisasi bukan berarti mengubah esensi dari budaya yang ada, tetapi menjadi sarana untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan memperluas jangkauan informasi mengenai kesenian lokal kepada masyarakat,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Diyamon Prasandha menambahkan bahwa pendampingan ini diarahkan agar masyarakat mandiri dalam mengelola promosi digital. “Kami ingin mendorong agar pengelola sanggar memiliki kemampuan untuk mengemas potensi budaya mereka dalam bentuk konten yang menarik. Dengan begitu, kesenian lokal tidak hanya tetap hidup di lingkungan masyarakat, tetapi juga dapat dikenal lebih luas melalui ruang digital,” jelas Diyamon. Kolaborasi ini pun diproyeksikan mampu menjadi gerbang pembuka bagi pengembangan potensi wisata budaya di kawasan Lemah Ireng.
Inisiatif pendampingan ini secara langsung selaras dengan pencapaian tiga pilar utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, kegiatan ini sangat mendukung Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (SDG 11) melalui upaya nyata dalam melindungi serta melestarikan warisan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi. Kedua, program pengabdian ini ikut mendorong Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8) dengan membuka jalan bagi promosi pariwisata budaya yang berpotensi besar meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Lemah Ireng dan sekitarnya. Terakhir, inisiatif ini juga berkontribusi pada Pendidikan Berkualitas (SDG 4) melalui peningkatan kapasitas dan literasi digital bagi para pengelola sanggar, sekaligus menjadikan karya konten tersebut sebagai media edukasi pelestarian kebudayaan bagi generasi muda secara luas.



