Related to SDGs



Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM FMIPA UNNES berkolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha menggelar aksi penanaman pohon di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan kolaboratif ini bertujuan memperkuat konservasi lingkungan serta memulihkan fungsi hidrologis hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri sebagai kawasan prioritas pemulihan. Aksi penghijauan ini melibatkan 120 mahasiswa baru FMIPA UNNES, 100 warga Desa Peron, serta 50 perwakilan dari PT Mas Arya Indonesia dan PT Silueta.
Aksi penanaman ini didukung jajaran pimpinan dan akademisi UNNES, meliputi Dekan FMIPA UNNES Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si., Wakil Dekan FMIPA Bidang Bisnis, Riset, dan Kerja Sama Prof. Dr. Sutikno, S.T., M.T., Teguh Prihanto, S.T., M.T. dari Subdirektorat Konservasi UNNES, dosen pendamping Abdul Jabbar, M.Ling., dan Trida Ridho Fariz, M.Sc. dari Gugus Konservasi dan SDGs FMIPA. Dukungan pemerintah hadir melalui Pujiharini, S.Hut., M.P. (Kabid Pengelolaan DAS, Rehabilitasi, dan Konservasi SDA DLHK Prov. Jateng) dan Ignatius Hidayat Edhi Nugroho, S.Kom., M.A. (Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kendal). Dalam aksi tersebut, sebanyak 200 bibit durian, 200 mahoni, 200 alpukat dukungan CSR PT Mas Arya Indonesia—yang dihadiri pimpinannya, Bapak Waluyo—serta 1.000 tanaman vetiver (akar wangi) ditanam di lereng gully untuk mengendalikan erosi dan sedimentasi di kawasan hulu DAS Bodri.
Kegiatan penghijauan dan konservasi DAS Bodri ini secara nyata mendukung pencapaian tiga pilar utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, aksi ini menjaga Ekosistem Daratan (SDG 15) melalui penanaman pohon dan penguatan struktur tanah guna mencegah erosi serta kerusakan lahan hulu. Kedua, program ini mendorong Penanganan Perubahan Iklim (SDG 13) dengan meningkatkan infiltrasi air, mengurangi limpasan permukaan, serta memperkuat mitigasi bencana lingkungan di kawasan hulu. Terakhir, inisiatif ini memperkuat Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17) lewat sinergi empat pilar (quadruple helix) yang melibatkan akademisi perguruan tinggi, pemerintah daerah, sektor swasta melalui program CSR, serta komunitas masyarakat lokal.



