Pendidikan berkualitas merupakan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 yang menekankan peningkatan mutu pembelajaran dan hasil belajar. Salah satu kemampuan penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika adalah pemecahan masalah matematis.
Namun, hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa skor matematika Indonesia mencapai 366, masih di bawah rata-rata OECD sebesar 472. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya membantu murid memahami konsep, tetapi juga menerapkannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan MATHROLE oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diterapkan di SMP Negeri 39 Semarang pada 28 September dan 1 Oktober 2026.
MATHROLE (Hybrid Role-Play Learning Kit) merupakan perangkat pembelajaran berpendekatan STEM yang dikembangkan oleh tim mahasiswa UNNES, terdiri atas Firdivana Aliffia Maulana, Fahmi Husaini, Okan Restu Saputra, Muhammad Tabriz Dzikra, dan Muhammad Irsyadul Wafi, di bawah bimbingan Adi Satrio Ardiansyah, S.Pd., M.Pd.
Inovasi ini memadukan kegiatan bermain peran secara langsung dengan dukungan aplikasi digital pada materi Aritmetika Sosial.
Dalam penerapannya, MATHROLE menghadirkan skenario transaksi jual beli, diskon, laba, dan rugi. Melalui kegiatan tersebut, murid diajak untuk menerapkan konsep matematika dalam situasi sehari-hari, termasuk ketika mengambil keputusan berdasarkan perhitungan yang dilakukan.
Pembelajaran MATHROLE dilaksanakan dalam dua pertemuan. Berdasarkan hasil evaluasi pretest dan posttest, kemampuan pemecahan masalah matematis murid mengalami peningkatan dengan skor Normalized Gain (N-Gain) sebesar 0,51 atau termasuk kategori sedang.
Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil sebelum dan sesudah pembelajaran. Sementara itu, nilai Cohen’s d sebesar 2,649 menunjukkan ukuran efek yang sangat besar berdasarkan kriteria umum.
Hasil evaluasi tersebut menjadi indikasi positif bahwa penerapan MATHROLE berkaitan dengan perubahan kemampuan pemecahan masalah matematis murid. Inovasi ini menjadi salah satu upaya mahasiswa UNNES dalam mendukung SDGs 4 melalui pengembangan pembelajaran yang berorientasi pada hasil belajar.
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan bagian penting dari pendidikan berkualitas karena membekali murid untuk memahami persoalan dan mengambil keputusan berdasarkan penalaran. Melalui pengembangan dan evaluasi berkelanjutan, MATHROLE diharapkan dapat terus disempurnakan sebagai salah satu inovasi untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran matematika.




