Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengembangkan pembelajaran numerasi berbasis lingkungan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Penerapan STEM Trails bagi Sekolah Dasar di Karimunjawa untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa. Kegiatan berlangsung pada 11-13 Juni 2026 di Karimunjawa, Jepara.
Program ini melibatkan guru-guru sekolah dasar di wilayah Karimunjawa dan Kemujan, yakni SDN 1 Karimunjawa, SDN 2 Karimunjawa, SDN 3 Karimunjawa, SDN 4 Karimunjawa, SDN 5 Karimunjawa, SDN 6 Karimunjawa, SDN 7 Karimunjawa, SDN 1 Kemujan, SDN 3 Kemujan, SDN 4 Kemujan, dan SDN 5 Kemujan.
Melalui pendekatan STEM Trails, lingkungan sekitar dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang menghubungkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dengan kehidupan sehari-hari. Pantai, laut, dermaga, perahu, kawasan pesisir, hingga aktivitas masyarakat kepulauan menjadi konteks pembelajaran yang dekat dengan pengalaman siswa.
Dalam kegiatan tersebut, para guru tidak hanya mengikuti sesi pengayaan di dalam kelas, tetapi juga melakukan praktik langsung di lapangan. Mereka menggunakan perangkat digital, mengamati objek nyata, mencatat data, berdiskusi, serta merancang aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik wilayah Karimunjawa.
Ketua tim pengabdian, Dr. Tri Sri Noor Asih, M.Si., mengatakan bahwa pembelajaran numerasi perlu berangkat dari pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan siswa.
“Melalui STEM Trails, siswa tidak hanya belajar angka dan rumus, tetapi juga belajar memahami lingkungan, mengenali masalah nyata, dan menggunakan matematika untuk mengambil keputusan yang lebih bijak,” ujarnya.
Dalam konteks Karimunjawa, numerasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan berhitung, tetapi juga sebagai cara memahami lingkungan sekitar. Berbagai aktivitas seperti memperkirakan jarak dan waktu tempuh antarpulau, membaca arah dan denah, mengamati pola ombak dan pasang surut, mengukur luas area tertentu, hingga memperkirakan kebutuhan air bersih dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Guru juga memperoleh pengayaan mengenai konsep STEM Trails, pembelajaran numerasi berbasis lingkungan, serta pengembangan lintasan belajar yang menghubungkan konsep matematika dengan objek nyata di sekitar sekolah dan kawasan pesisir. Selain itu, mereka didampingi menyusun aktivitas pembelajaran yang memuat kekhasan Karimunjawa dan isu keberlanjutan.
Fasilitator STEM Trails, Dr. rer.nat. Adi Nur Cahyono, M.Pd., menjelaskan bahwa pendekatan ini mendorong pemanfaatan lingkungan lokal sebagai ruang belajar yang autentik dan bermakna.
“Di Karimunjawa, laut, pantai, dermaga, perahu, aktivitas masyarakat pesisir, pariwisata bahari, kebutuhan air bersih, dan ekosistem laut dapat menjadi konteks bermakna untuk mengembangkan numerasi, berpikir kritis, dan kepedulian terhadap keberlanjutan,” katanya.
Menurut Adi, ketika siswa belajar melalui kegiatan mengamati, mengukur, memperkirakan, memanfaatkan teknologi, dan mendiskusikan persoalan di sekitarnya, matematika menjadi lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pada saat yang sama, siswa juga diajak memahami lingkungan dan pentingnya menjaga keberlanjutan wilayah kepulauan.
Kegiatan ini mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), antara lain SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan numerasi yang kontekstual, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses inovasi pembelajaran di wilayah kepulauan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kesadaran lingkungan, serta SDG 14 dan SDG 15 yang berkaitan dengan pelestarian ekosistem laut dan daratan.
Tim pengabdian terdiri atas dosen Rumpun Matematika FMIPA UNNES, yaitu Dr. Tri Sri Noor Asih, M.Si.; Dr. Arief Agoestanto, M.Si.; Dr. Walid, S.Pd., M.Si.; Dr. rer.nat. Adi Nur Cahyono, M.Pd.; Wakhid Fitri Albar, S.Pd., M.Sc.; Fashihah, M.Pd.; dan Virgania Sari, S.Pd., M.Si.
Kegiatan ini juga melibatkan seorang mahasiswi dari Jerman yang sedang menjalani program magang di UNNES sebagai bagian dari implementasi kerja sama UNNES dan Universität Würzburg, Jerman, dalam penguatan kolaborasi akademik internasional di bidang pendidikan matematika, teknologi digital, pembelajaran berbasis lingkungan, dan pendidikan berkelanjutan.
Melalui program ini, FMIPA UNNES berupaya menghadirkan inovasi pendidikan yang memberikan manfaat bagi guru, siswa, dan sekolah. STEM Trails di Karimunjawa diharapkan dapat menjadi contoh pembelajaran numerasi berbasis lingkungan yang kontekstual, berbasis teknologi, serta mendukung penguatan kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.




