BLORA — Kebiasaan sederhana mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu kunci mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekolah. Melalui program TAMASYA, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Kesehatan Desa Tanggel mengedukasi 12 siswa kelas V SD Negeri 1 Tanggel, Kecamatan Randublatung, Blora, tentang pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada Rabu (15/7/2026).
Edukasi dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya memahami pentingnya kebersihan tangan, tetapi juga mampu mempraktikkannya. Mahasiswa mengenalkan waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, risiko penyakit akibat tangan yang kotor, serta tujuh langkah CTPS yang benar. Eksperimen menggunakan air, lada, dan sabun juga digunakan untuk memperlihatkan secara sederhana bagaimana sabun membantu membersihkan tangan, diselingi permainan estafet kuman untuk memperkuat pemahaman siswa.

Metode tersebut menunjukkan hasil positif. Rata-rata nilai pengetahuan siswa meningkat dari 70 menjadi 82,5 atau sebesar 17,86 persen setelah mengikuti edukasi. Sebanyak 11 dari 12 siswa (91,7 persen) mengalami peningkatan nilai, sementara jumlah siswa dengan kategori pengetahuan baik bertambah dari delapan menjadi 10 orang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan praktik dan permainan dapat membantu siswa memahami pesan kesehatan dengan lebih mudah.
Lebih dari sekadar meningkatkan nilai evaluasi, edukasi CTPS diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan siswa di sekolah maupun di rumah dan dapat ditularkan kepada keluarga. Inisiatif ini mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pencegahan penyakit berbasis perilaku, sekaligus SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui penguatan praktik kebersihan dan sanitasi sejak usia sekolah.
#UNNESSDGs03 #UNNESSDGs06




