Semarang — Laelia Nurpratiwiningsih, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES), berhasil mengembangkan model pembelajaran inkuiri berbasis kearifan lokal masyarakat pesisir untuk menumbuhkan sikap sosial siswa sekolah dasar.
Model tersebut dikembangkan melalui disertasi berjudul “Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir untuk Menumbuhkan Sikap Sosial Siswa Sekolah Dasar” yang dipertahankan dalam ujian promosi doktor di FISIP UNNES. Penelitian ini berangkat dari persoalan pembelajaran IPS di sekolah dasar yang masih cenderung berpusat pada guru dan belum optimal memanfaatkan lingkungan serta kearifan lokal masyarakat pesisir sebagai sumber belajar.
Dalam penelitiannya, Laelia mengembangkan model pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar melalui proses inkuiri dengan memanfaatkan konteks kehidupan masyarakat pesisir. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pembelajaran IPS lebih kontekstual sekaligus mendorong terbentuknya sikap sosial peserta didik.
Penelitian dilaksanakan di sekolah dasar di wilayah pesisir Kabupaten Brebes. Pengembangan model menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Four-D, yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dokumentasi, validasi, uji kepraktisan, dan uji coba produk. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana serta analisis kuantitatif untuk menentukan validitas, kepraktisan, dan efektivitas model.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS di sekolah dasar belum sepenuhnya memanfaatkan potensi kearifan lokal masyarakat pesisir. Kondisi tersebut mendorong perlunya model pembelajaran yang lebih kontekstual dengan mengintegrasikan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
Model yang dikembangkan menghasilkan sejumlah perangkat pembelajaran, meliputi buku panduan guru, modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), media pembelajaran, serta instrumen penilaian sikap sosial. Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat tersebut memenuhi kriteria valid. Uji kepraktisan juga menunjukkan model dapat diterapkan dalam pembelajaran, sedangkan hasil uji efektivitas menunjukkan model mampu meningkatkan sikap sosial siswa, terutama dalam aspek kerja sama, komunikasi, empati, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial.
Laelia menempatkan kearifan lokal masyarakat pesisir sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan IPS dari materi di dalam kelas, tetapi juga belajar memahami kehidupan sosial dan lingkungan di sekitarnya. Pendekatan ini menjadikan pengalaman masyarakat lokal sebagai bagian dari proses pendidikan yang lebih bermakna.
Model tersebut juga memberikan ruang bagi guru untuk mengintegrasikan ekosistem mangrove dan budaya masyarakat pesisir ke dalam sintaks pembelajaran inkuiri. Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu siswa menghubungkan materi pembelajaran dengan realitas sosial dan lingkungan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, penelitian ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education, khususnya melalui pengembangan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan relevan dengan lingkungan sosial peserta didik. Pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar juga dapat memperkuat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi turut membentuk karakter, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, dan toleransi.
Konteks masyarakat pesisir yang menjadi basis penelitian juga memiliki keterkaitan dengan SDG 14: Life Below Water, terutama dalam mendorong pemahaman peserta didik terhadap lingkungan pesisir melalui pembelajaran yang memanfaatkan ekosistem dan pengetahuan lokal sebagai bagian dari pengalaman belajar. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir.
Dalam ujian promosi doktor tersebut, Laelia didampingi Promotor Prof. Dr. Rusdarti, M.Si., Co-Promotor Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd., dan anggota Promotor Prof. Dr. Tjaturahono Budi Sanjoto, M.Si. Disertasinya memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran IPS yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik sekaligus mengangkat potensi lokal masyarakat sebagai sumber pengetahuan dan pembentukan sikap sosial.
Pengembangan model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru sekolah dasar dalam menghadirkan pembelajaran IPS yang lebih kontekstual, sekaligus membuka ruang bagi pemanfaatan kearifan lokal masyarakat pesisir dalam proses pendidikan. Melalui pembelajaran yang berakar pada lingkungan dan kehidupan masyarakat, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian, tanggung jawab, toleransi, dan kemampuan hidup bersama di tengah masyarakat.







