Semarang – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan demokrasi melalui partisipasi aktif dalam Votecast yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah. Podcast edukatif yang dipandu oleh Nunung ini bertujuan untuk meningkatkan literasi demokrasi, pendidikan pemilih, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 30 Juli 2026, di Ruang Podcast KPU Provinsi Jawa Tengah menghadirkan Dr. Cahyo Seftyono, S.Sos., M.A., dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP UNNES, sebagai narasumber. Dalam sesi bertajuk “Sinergi Kampus dan KPU Membangun Pemilih Cerdas”, Cahyo menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan penyelenggara pemilu dalam membangun kesadaran politik masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurut Cahyo, kampus memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk karakter demokratis pada mahasiswa. Lingkungan akademik yang dekat dengan mahasiswa menjadikan perguruan tinggi sebagai ruang yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta membangun budaya politik yang kritis dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi semakin penting mengingat mahasiswa merupakan bagian dari kelompok pemilih pemula yang saat ini juga mendominasi komposisi pemilih di Indonesia.
Lebih lanjut, Cahyo menjelaskan bahwa Program Studi Ilmu Politik FISIP UNNES memiliki kontribusi nyata dalam pendidikan demokrasi melalui berbagai mata kuliah yang relevan, seperti Pemilu, Parlemen, dan Sistem Kepartaian. Mata kuliah tersebut tidak hanya memberikan pemahaman teoritis mengenai sistem politik dan kepemiluan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menganalisis dinamika demokrasi secara kritis, sehingga mampu menjadi agen perubahan yang mendorong penyelenggaraan pemilu yang demokratis dan berintegritas.
Melalui Votecast ini, KPU Provinsi Jawa Tengah dan FISIP UNNES berharap dapat memperluas jangkauan edukasi politik kepada masyarakat melalui media digital yang lebih dekat dengan generasi muda. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara dunia akademik dan lembaga penyelenggara pemilu dalam membangun pemilih yang cerdas, kritis, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.
Menutup diskusi, Cahyo menyampaikan harapannya agar kerja sama antara FISIP UNNES dan KPU Provinsi Jawa Tengah dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendidikan politik dan literasi demokrasi. Dengan kolaborasi yang berkesinambungan, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki kesadaran politik yang baik sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi Indonesia yang semakin bermakna, inklusif, dan berkualitas.




