Wujudkan Desa Tangguh Bencana, PPK Ormawa PSC FH UNNES Gelar Program “Green Buffer Village” di Desa Keji

Universitas Negeri Semarang > Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang > Berita > Berita > Wujudkan Desa Tangguh Bencana, PPK Ormawa PSC FH UNNES Gelar Program “Green Buffer Village” di Desa Keji

UNGARAN – Ancaman bencana tanah longsor di kawasan dataran tinggi selalu membutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Penal Study Club (PSC) Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengimplementasikan program mitigasi lingkungan bertajuk Green Buffer Village di Desa Keji, Ungaran Barat 18/07/2026.

Program ini merupakan langkah preventif nyata yang berfokus pada penguatan lereng-lereng kritis di kawasan desa. Sebagai solusi ekologis, tim mahasiswa FH UNNES bersama masyarakat setempat bergotong royong melakukan penanaman masal rumput vetiver (Chrysopogon zizanioides) dan bibit pohon kaliandra. Pemilihan vegetasi ini tidak dilakukan secara sembarangan. Rumput vetiver dan kaliandra dikenal luas dalam dunia konservasi karena memiliki sistem perakaran yang sangat dalam, masif, dan kuat.

Akar vetiver mampu menembus tanah hingga kedalaman dua hingga tiga meter, menjadikannya berfungsi layaknya “paku bumi” alami. Dengan struktur perakaran tersebut, vetiver sangat efektif dalam mengikat partikel tanah, menahan erosi, dan mencegah pergerakan tanah saat curah hujan sedang tinggi. Pendekatan sabuk hijau (green buffer) ini dinilai jauh lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan sekadar membangun talud atau dinding penahan tanah berbahan dasar semen.

Nilai tambah yang paling menonjol dari pelaksanaan program ini adalah pendekatannya yang tidak mengabaikan kearifan lokal. Penanaman vetiver secara langsung diintegrasikan dengan pelaksanaan tradisi Iriban. Iriban merupakan tradisi turun-temurun warga Desa Keji yang berisi kegiatan gotong royong membersihkan saluran air, merawat sumber mata air, serta memastikan kelancaran irigasi untuk kebutuhan harian dan pertanian.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa PSC FH UNNES, Ahmad Kamalludin Sihombing, menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam merespons tantangan lingkungan di masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs). “Kegiatan ini semoga bisa mewujudkan Desa Keji yang tangguh bencana,” tegas Ahmad.​Sebagai komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan ekosistem daratan (SDGs Tujuan 15), tim PPK Ormawa telah menyiapkan pendistribusian bibit tanaman dalam jumlah besar. Total terdapat 1.000 bibit vetiver dan kaliandra yang disalurkan ke Desa Keji guna mencegah degradasi lahan dan bahaya longsor.​Penanaman ribuan bibit tersebut dilakukan secara bertahap guna memastikan tingkat pertumbuhan tanaman yang optimal. Khusus pada hari puncak pelaksanaan Green Buffer Village, sebanyak 50 bibit pertama telah berhasil ditanam secara gotong royong oleh mahasiswa dan warga sebagai bentuk aksi nyata penanganan dampak perubahan iklim (SDGs Tujuan 13).​Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat sipil yang menjadi cerminan nyata dari SDGs Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) program Green Buffer Village diharapkan tidak hanya menjadi sabuk hijau pelindung desa. Lebih dari itu, inisiatif ini diproyeksikan mampu meningkatkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya konservasi lingkungan dan ketahanan mitigasi bencana secara mandiri.

Follow untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang FH UNNES. 

Instagram & TikTok: @fhunnes

Saluran WhatsApp: unnes.id/saluranwafhnnes

X: fh_unnes

YouTube: Fakultas Hukum UNNES Official

#beritafhunnes #sdgs #kampusbergerakberdampak #ZIFHUNNES #pembangunanzonaintegritas

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy