Tim INFERBIKAN FH UNNES Menuju KMI Expo 2026, Bawa Semangat Inovasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan

Universitas Negeri Semarang > Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang > Berita > Tim INFERBIKAN FH UNNES Menuju KMI Expo 2026, Bawa Semangat Inovasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan

SEMARANG — Tim INFERBIKAN Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH UNNES) memantapkan langkah menuju KMI Expo 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Sebelum tampil dalam ajang tersebut, tim terus mengembangkan inovasi sekaligus memperkuat implementasinya melalui interaksi langsung dengan masyarakat, salah satunya melalui kunjungan ke Kelompok Perikanan Rejo Mino, Desa Plosokerep, Kabupaten Sragen, pada Minggu (16/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Tim INFERBIKAN untuk melihat secara langsung kebutuhan dan kondisi pelaku usaha perikanan di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, tim berdialog dengan kelompok perikanan sekaligus memperkenalkan dan mendampingi pemanfaatan inovasi yang dikembangkan.

Kegiatan di tengah masyarakat menjadi pengalaman penting bagi Tim INFERBIKAN dalam memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada gagasan, tetapi dapat memiliki manfaat dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Interaksi langsung dengan kelompok perikanan juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh masukan, memahami tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta mengembangkan inovasi secara lebih kontekstual.

Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan Tim INFERBIKAN menuju KMI Expo 2026. Ajang tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan kreativitas dan inovasi mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan bagaimana gagasan mahasiswa dapat dikembangkan melalui proses kolaborasi dan penerapan di masyarakat.

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Pengembangan dan penerapan inovasi INFERBIKAN juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs).

Dari aspek ketahanan pangan dan sektor perikanan, kegiatan ini relevan dengan SDG 2: Zero Hunger, khususnya dalam mendukung ekosistem pangan yang berkelanjutan. Penguatan sektor perikanan dan pemberdayaan pelaku usaha di dalamnya dapat menjadi bagian dari upaya mendukung ketersediaan pangan sekaligus penghidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kapasitas dan produktivitas kelompok masyarakat yang bergerak di sektor perikanan. Pendekatan berbasis inovasi diharapkan dapat membuka ruang pengembangan usaha dan meningkatkan nilai ekonomi dari aktivitas masyarakat.

Dari sisi inovasi, perjalanan Tim INFERBIKAN sejalan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure. Mahasiswa tidak hanya ditantang menghasilkan gagasan baru, tetapi juga menguji relevansinya melalui interaksi dan penerapan di lapangan.

Sementara itu, perhatian terhadap praktik perikanan yang lebih berkelanjutan juga memiliki keterkaitan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production. Pengembangan inovasi yang memperhatikan efisiensi penggunaan sumber daya dan keberlanjutan proses produksi menjadi bagian penting dalam membangun pola usaha yang lebih bertanggung jawab.

Konteks perikanan juga menjadikan SDG 14: Life Below Water relevan sebagai perspektif keberlanjutan. Upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perairan dan mendorong praktik perikanan yang bertanggung jawab merupakan bagian penting dalam menjaga ekosistem perairan untuk jangka panjang.

Follow untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang FH UNNES. 

Instagram & TikTok: @fhunnes

Saluran WhatsApp: unnes.id/saluranwafhnnes

X: fh_unnes

YouTube: Fakultas Hukum UNNES Official

#beritafhunnes #sdgs #kampusbergerakberdampak #ZIFHUNNES #pembangunanzonaintegritas

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy