Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui khitan massal yang diikuti 135 anak di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Gubug, Kabupaten Grobogan, Selasa (16/6/2026). Hal ini, memperluas kontribusi pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi warga.
Rektor Prof. Dr. S Martono M.Si. menyampaikan bahwa Dies Natalis bukan sekadar momentum perayaan usia institusi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kontribusi UNNES bagi masyarakat.
“Melalui semangat Bergerak Berdampak, UNNES berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat” ujarnya.
Sebanyak 135 peserta yang berasal dari wilayah Gubug dan sekitarnya. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tenaga kesehatan dari UNNES, dokter-dokter dari wilayah Kudus dan Semarang, serta didukung oleh program Corporate Social Responsibility (CSR) BTN.
Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran UNNES, Prof. Dr. Irwan Budiono, S.K.M., M.Kes menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya UNNES untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kegiatan khitan massal yang dilakukan di Pondok Pesantren Miftahul Huda ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-61 UNNES. Dengan tema Bergerak Berdampak, UNNES ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat, salah satunya melalui kemudahan pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah Gubug,” tuturnya.
Sebelum menjalani tindakan khitan, seluruh peserta mengikuti tahapan pemeriksaan awal atau screening guna memastikan kondisi kesehatan mereka aman untuk dilakukan tindakan medis. Setelah proses khitan selesai, peserta juga akan mendapatkan layanan kontrol dua hari pascatindakan untuk memantau proses penyembuhan.
Ketua Panitia Pondok Pesantren Miftahul Huda, Ustaz Hadi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak pendaftaran dibuka.
“Anak-anak sangat antusias. Ketika pendaftaran dibuka, banyak sekali yang mendaftar. Anak-anak yang awalnya takut khitan menjadi lebih berani. Selain itu, kegiatan ini juga sangat membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Selain khitan massal, pihak pesantren juga berharap kolaborasi pengabdian masyarakat dapat diperluas melalui berbagai program sosial dan kesehatan lainnya.
Kerja sama antara UNNES dan Pondok Pesantren Miftahul Huda sendiri telah terjalin cukup lama. Melalui nota kesepahaman yang telah dibangun sejak 2012, berbagai program pengabdian masyarakat di bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia telah dilaksanakan secara berkelanjutan.
Prof. Irwan menambahkan bahwa pengabdian masyarakat di bidang kesehatan memiliki potensi yang sangat luas untuk terus dikembangkan. Selain pelayanan kesehatan, kegiatan edukasi kesehatan bagi siswa dan masyarakat juga menjadi agenda strategis yang dapat dilakukan pada masa mendatang.
Melalui kegiatan khitan massal ini, UNNES berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir di tengah masyarakat.




