Ratusan mahasiswa internasional memadati Aula Lantai Tiga Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada 6-7 Mei 2026.
Sebanyak 160 peserta dari 28 negara mengikuti Summer Course FIPP UNNES ke-2 dengan tema “Conservation of Mind and Culture (CoMiC)”. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman akademik sekaligus emosional dalam memahami budaya Indonesia.
Hari pertama diawali pengenalan identitas budaya Semarang dan workshop seni tradisional. Para peserta belajar gerakan tari dan membuat batik dengan penuh antusias.
Levi Hagenbeek dari Belanda menyatakan pengalaman belajar tari sangat berkesan, sementara Kiran dari Pakistan mengungkapkan kegembiraannya bisa melukis batik sendiri dan mendalami budaya Indonesia. Ibrahim dari Sudan juga terkesan dengan momen menari bersama menggunakan batik.
Pada hari kedua, suasana formal kampus digantikan dengan keindahan Desa Wisata Kandri. Peserta mencoba mengeksplorasi desa, melukis caping, menanam padi, dan menangkap ikan langsung di sawah.
Jayla Meirop dari Belanda memberikan ulasan positif dan mengaku menikmati pengalaman lokal termasuk kuliner tradisional Lapis Pandan.
Wakil Dekan Bidang Bisnis, Riset, dan Kerja Sama FIPP UNNES, Dr. Siti Nuzulia, menekankan bahwa perbedaan bahasa dan budaya menjadi jembatan untuk pertumbuhan bersama.
Dekan FIPP UNNES, Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Sc., menegaskan program ini tidak hanya mendukung konservasi alam, tetapi juga pelestarian pikiran dan budaya di tengah globalisasi.
Program ini mendukung Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Harapannya, melalui program ini mahasiswa dari berbagai negara dapat memahami budaya Indonesia lebih dalam sekaligus membangun sinergi internasional untuk pembangunan berkelanjutan.




