Semarang, 17 Juli 2026 | Kawasan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang
Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan penuangan cairan ekoenzim pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada aliran sungai di kawasan Jalan Lamongan I, Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur. Kegiatan ini dimulai pada pukul 07.30 hingga 10.00 WIB dengan menuang cairan ekoenzim sebagai bentuk perwujudan nyata terhadap tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGS).
Kegiatan ini diikuti oleh Kader SDGS dan Konservasi Sekolah Pascasarjana UNNES. Pemilihan lokasi didasarkan pada analisis spasial terhadap kondisi saluran air Bendan Ngisor yang berada di tengah kawasan permukiman padat penduduk, di mana badan air tersebut menerima beban polutan sekunder dari limbah aktivitas rumah tangga domestik secara terus-menerus. Aksi kultural ini dipimpin dan diikuti secara aktif oleh jajaran pimpinan tertinggi eksekutif kampus, meliputi Wakil Direktur I dan II, jajaran Koordinator Program Studi jenjang S3, S2, dan PPG, Tim Gugus, Kepala Administrasi, serta seluruh Staf Tenaga Kependidikan di lingkungan Sekolah Pascasarjana UNNES.

Cairan ekoenzim yang digunakan dalam aksi ini merupakan hasil fermentasi dari limbah organik dapur seperti sisa sayuran dan buah yang dicampur bersama air dan molase. Cairan ekoenzim yang merupakan hasil fermentasi bahan organik dikenal dapat menguraikan zat pencemar organik dan meningkatkan kualitas air pada saluran yang menerima limbah rumah tangga di kawasan permukiman sekitar. Langkah intervensi lingkungan tersebut ditujukan sebagai stimulus alami untuk mempercepat pemulihan mandiri ekosistem sungai sekaligus memperbaiki kualitas biota air di kawasan permukiman.

Kegiatan penuangan cairan ekoenzim ini secara riil mendukung target SDGs 6 mengenai Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui peningkatan kualitas air sungai secara alami untuk mengurangi polusi limbah rumah tangga, mengurai bakteri merugikan, dan meningkatkan kadar oksigen di dalam air. Aksi ini juga berkontribusi pada pencapaian SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan dengan cara mereduksi dampak buruk limbah perkotaan guna menciptakan lingkungan pemukiman padat penduduk yang lebih sehat, bersih, serta bebas dari bau tidak sedap. Selain itu, program ini turut mendukung SDGs 14 terkait Ekosistem Perairan dalam menjaga kelestarian perairan darat sejak dari hulu, sehingga aliran air yang mengalir tidak membawa beban pencemaran organik yang dapat merusak biota perairan yang lebih luas.
Melalui kegiatan dengan aksi nyata ini, Sekolah Pascasarjana UNNES berharap dapat terus mendorongn kesadaran civitas akademika untuk menjaga kebersihan dan elestarian aliran sungai di lingkungan sekitar.


