Semarang — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan seminar nasional pada awal Agustus dengan mengangkat tema pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber yang membahas AI dari perspektif konseptual hingga praktik implementatif.
Direktur Sekolah Pascasarjana (SPS) UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., hadir sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya memahami paradigma AI secara utuh, termasuk berbagai problematika, aspek etika, serta prinsip-prinsip mendasar dalam penggunaannya di dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa penggunaan AI harus tetap berpijak pada nilai-nilai akademik dan tanggung jawab moral.
Pada sesi opening remark, Koordinator Program Studi PPG, Dr. Ardhi Prabowo, menyampaikan bahwa AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai mitra kerja dalam mendukung proses pembelajaran. “AI bukan musuh yang harus dihindari, tetapi mitra yang dapat membantu. Namun, sehebat apa pun AI, tetap bergantung pada prompt dan perintah dari manusia sebagai subjek utama,” ujarnya.
Dua narasumber berikutnya lebih menekankan pada praktik penggunaan AI dalam pendidikan. Dr. Eko Raharjo, M.Hum. dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES membahas pemanfaatan AI dalam penyusunan literature review, termasuk penggunaan Scopus AI sebagai alat bantu dalam penelusuran referensi ilmiah.
Sementara itu, Dr. Harsa Wara Prabawa, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan demonstrasi langsung penggunaan berbagai platform AI, seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Consensus dalam konteks pembelajaran PPG. Peserta mendapatkan pengalaman praktis dalam mengintegrasikan teknologi AI untuk mendukung kegiatan akademik dan pembelajaran.
Melalui seminar ini, PPG UNNES berharap dapat memperkuat pemahaman serta keterampilan dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dalam memanfaatkan AI secara bijak, kritis, dan produktif, sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.












