Semarang — Sebanyak 504 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengikuti kegiatan Bela Negara yang diselenggarakan selama dua hari, pada 19–20 April 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program pembentukan karakter yang dirancang untuk memperkuat mental, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan calon guru masa depan.
Bekerja sama dengan Rindam IV Diponegoro, kegiatan bela negara dilaksanakan secara penuh di Komplek Militer Bantir Sumowono. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang langsung oleh pihak militer dengan pendekatan disiplin tinggi namun tetap edukatif dan membangun.
Apel Pelepasan dan Pemberangkatan Penuh Semangat
Kegiatan diawali dengan apel pelepasan yang dilaksanakan di Kampus PPG Bendan UNNES. Sejak pagi, para mahasiswa telah memadati area kampus dan memarkirkan kendaraan mereka di area parkir depan kampus. Suasana semakin semarak dengan kehadiran kendaraan taktis dari unsur militer dan kepolisian, termasuk armada dari Brimob dan satuan militer yang terparkir di sepanjang Jalan Papandayan.
Dengan penuh semangat dan antusiasme, mahasiswa berjalan bersama menuju titik pemberangkatan, menciptakan atmosfer kebersamaan dan kesiapan mental untuk mengikuti kegiatan yang menantang ini.
Pembinaan Intensif di Lingkungan Militer
Sesampainya di lokasi, seluruh kegiatan sepenuhnya dioperasikan oleh tim dari Rindam IV Diponegoro. Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel penerimaan dan persiapan masuk barak, dilanjutkan dengan pemutaran video motivasi serta berbagai aktivitas pembinaan karakter yang dirancang untuk menggugah semangat nasionalisme dan kedisiplinan peserta.
Pada hari kedua, mahasiswa mengikuti kegiatan outbound yang menuntut kerja sama tim, keberanian, serta ketangguhan fisik dan mental. Aktivitas ini menjadi puncak dari proses pembelajaran pengalaman (experiential learning) yang menantang sekaligus menyenangkan.
Melampaui Batas Diri: Tantangan Tanpa Gawai
Salah satu aspek yang paling menantang dalam kegiatan ini adalah larangan penggunaan telepon genggam (HP) selama kegiatan berlangsung. Kebijakan ini sempat menimbulkan kegelisahan di kalangan mahasiswa, namun justru menjadi titik balik penting dalam membangun interaksi sosial yang lebih bermakna.
Tanpa distraksi teknologi, mahasiswa didorong untuk berinteraksi secara langsung, saling membantu, dan membangun solidaritas dengan teman seangkatan. Akses komunikasi hanya difasilitasi melalui koordinator tingkat (komting), sehingga tetap terkontrol dan terpusat.
Adaptasi Lingkungan dan Kepedulian Kesehatan
Lingkungan barak militer di Bantir yang dikenal memiliki udara dingin dan kondisi lembap menjadi tantangan tersendiri bagi peserta. Oleh karena itu, panitia menetapkan kebijakan khusus bagi mahasiswa dengan kondisi tertentu, seperti memiliki riwayat penyakit jantung, asma, sedang hamil, menyusui, atau memiliki balita.
Mahasiswa dengan kondisi tersebut tidak diwajibkan mengikuti kegiatan secara langsung dan sebagai gantinya diberikan penugasan khusus. Pada pelaksanaan kali ini, tercatat 21 mahasiswa mengikuti kegiatan secara daring karena pertimbangan kesehatan.
Bekal Penting untuk Calon Guru Profesional
Kegiatan Bela Negara ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan fisik semata, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter calon guru agar memiliki keberanian mengambil keputusan, ketangguhan menghadapi tekanan, serta kesiapan bertindak pada situasi yang menantang.
Melalui pengalaman langsung di lingkungan militer, mahasiswa diharapkan mampu keluar dari zona nyaman dan membangun mental yang kuat sebagai pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga tangguh secara emosional dan sosial.
Tindak Lanjut Akademik
Sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mahasiswa, Sekolah Pascasarjana (SPS) UNNES akan menerbitkan surat keterangan keikutsertaan kegiatan Bela Negara. Dokumen ini nantinya menjadi salah satu syarat administratif untuk mengikuti seminar pendidikan pada semester 2.
Komitmen UNNES dalam Membentuk Guru Berkarakter
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini kembali menegaskan komitmen UNNES dalam mencetak guru profesional yang tidak hanya unggul dalam penguasaan materi, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin tinggi, serta semangat kebangsaan.
Dengan pengalaman yang berkesan dan penuh makna ini, diharapkan para mahasiswa PPG Calon Guru UNNES dapat membawa nilai-nilai bela negara ke dalam praktik pendidikan di masa depan, menjadi teladan bagi peserta didik, serta berkontribusi dalam membangun generasi bangsa yang tangguh.
Berikut dokumentasi kegiatan:














