Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi tuan rumah Rapat Kerja Forum Satuan Pengawasan Internal (SPI) Seluruh Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) Indonesia yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Hotel Aruss, Kota Semarang. Kegiatan ini dihadiri para pimpinan dan pengelola SPI dari berbagai PTNBH di Indonesia sebagai upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Satuan Pengawasan Internal (SPI) merupakan unit independen di lingkungan perguruan tinggi yang bertugas membantu rektor dalam melakukan audit, evaluasi, dan pengawasan di bidang non-akademik. SPI memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan keuangan, aset, administrasi, hingga manajemen risiko berjalan sesuai regulasi dan prinsip tata kelola yang baik.
Sekretaris Universitas UNNES, Prof. Dr. Sugianto, M.Si., menekankan pentingnya penguatan tata kelola terintegrasi di lingkungan perguruan tinggi.
“SPI memiliki peran strategis dalam menyusun tata kelola terintegrasi yang semakin maju dan memenuhi standar internal audit. Melalui forum ini diharapkan tercipta penguatan sistem pengawasan yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tata kelola perguruan tinggi masa kini,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa tata kelola yang baik menjadi fondasi penting dalam mendukung akuntabilitas institusi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua SPI UNNES, Prof. Dr. Muhammad Khafid, M.Si., QIA., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi seluruh PTNBH untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik.
“Forum ini menjadi wadah strategis bagi PTNBH untuk berbagi praktik baik dan saling belajar, khususnya dalam penguatan sistem pengawasan internal, pengelolaan risiko, peningkatan kepatuhan, serta pengembangan tata kelola perguruan tinggi yang efektif dan berintegritas,” tuturnya.
Menurutnya, dinamika pengelolaan perguruan tinggi saat ini membutuhkan SPI yang tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga mitra strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola institusi.
Di sisi lain, Ketua Forum SPI PTNBH, Antonio Vivaldi, SE., MBA., berharap forum tersebut dapat semakin mempererat sinergi antarperguruan tinggi.
“Forum ini menjadi wadah silaturahmi seluruh PTNBH dan diharapkan memberi manfaat berupa sinergi serta kolaborasi dalam mengawal tata kelola masing-masing perguruan tinggi agar semakin baik, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.
Rapat kerja ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Pada sesi materi pertama, Ketua SPI Universitas Padjadjaran (UNPAD), Dr. Cahya Irawady, SE., MS., Ak., memaparkan materi mengenai Asesmen Maturitas SPI yang dimoderatori Ketua SPI UNDIP, Prof. Dr. Abdul Roman, SE., M.Si. Selanjutnya, materi kedua mengenai Quality Assurance & Improvement Program (QAIP) disampaikan oleh Kepala Bidang Audit Sumberdaya KAI IPB, Widaryanti, SPi., MM., QRMA., QAI., dengan moderator Ketua Forum SPI PTNBH, Antonio Vivaldi, SE., MBA.
Selain sesi diskusi dan pemaparan materi, agenda kegiatan juga diisi dengan rapat persiapan Forum PTNBH UNY yang dipandu Ketua SPI UNY, Dr. Abdullah Taman, SE., M.Si., Ak., CA., serta gala dinner untuk mempererat silaturahmi antarpeserta. Pada hari kedua, peserta mengikuti kegiatan campus tour di lingkungan UNNES dan wisata budaya di Kota Semarang sebagai bagian dari pengenalan potensi kampus dan daerah.
Melalui penyelenggaraan forum ini, UNNES menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya tata kelola perguruan tinggi yang unggul, bersih, transparan, dan berintegritas di lingkungan PTNBH Indonesia. (Satria)

