Sebagai generasi yang dekat dengan dunia pendidikan dan inovasi, mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan adalah menghadirkan media pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan teruji kelayakannya secara ilmiah. Kemampuan berpikir geometris murid di Indonesia masih menjadi tantangan tersendiri, mengingat konsep geometri kerap diajarkan secara abstrak tanpa media yang mampu menjembatani pemahaman murid secara konkret dan menyenangkan.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyusun sebuah game pembelajaran bernuansa etnomatematika bernama “Fortpoli”, yang mengintegrasikan konsep Game Based Learning dengan kearifan lokal Benteng Fort Willem I. Tim pengembang terdiri dari Rizka, Nizhamuddin Aulia Ahmad, Sheilla Indriana Safira, Sandy Yuniar Pratama, dan Faticha Nurul Izza, di bawah bimbingan dosen pembimbing Bapak Adi Satrio Ardiansyah, S.Pd., M.Pd.
Proses Penyusunan yang Sistematis

Tim pengembang Fortpoli memamerkan purwarupa media pembelajaran berbasis papan permainan (board game) yang mengadaptasi arsitektur Benteng Fort Willem I.
Penyusunan Fortpoli tidak dilakukan secara instan. Tim merancang setiap elemen permainan, mulai dari papan, kartu tantangan, hingga aturan main, dengan mengacu pada konsep-konsep geometri yang diadaptasi dari elemen arsitektural Benteng Fort Willem I. Setiap tahap pengembangan disusun secara sistematis agar materi yang disampaikan tetap sesuai dengan capaian pembelajaran geometri di jenjang sekolah menengah pertama, sekaligus tetap mempertahankan unsur permainan yang interaktif dan menyenangkan bagi murid.
Setelah rancangan awal selesai, media pembelajaran ini kemudian melalui tahap validasi oleh dosen ahli dan praktisi pendidikan sebelum diujicobakan kepada murid, guna memastikan bahwa Fortpoli benar-benar layak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas.
Telah Divalidasi Ahli, Terbukti Sangat Layak Digunakan

Antusiasme murid SMP Negeri 1 Ungaran saat mencoba memecahkan tantangan geometri secara interaktif menggunakan papan permainan Fortpoli.
Hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh dosen ahli dan praktisi menunjukkan skor sebesar 88,7% dengan kategori “Sangat Layak”. Validasi ini mencakup penilaian terhadap aspek materi, desain, maupun kesesuaian media dengan karakteristik murid, sehingga Fortpoli dinyatakan telah memenuhi standar kelayakan sebagai media pembelajaran geometri.
Setelah dinyatakan layak, Fortpoli kemudian diujicobakan langsung di SMP Negeri 1 Ungaran untuk mengukur respons dan efektivitasnya. Angket respons murid mencatatkan hasil sebesar 96% dengan kategori “Sangat Baik”, menandakan antusiasme tinggi murid terhadap media pembelajaran ini. Pada uji keefektifan, nilai rata-rata hasil belajar murid mencapai 70,67. Hasil analisis One-Sample Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan signifikansi sebesar 0,904 (>0,05), yang membuktikan bahwa capaian murid telah memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70.
Bukti Nyata Kontribusi Mahasiswa untuk Pendidikan

Foto bersama tim mahasiswa FMIPA UNNES dan murid-murid SMP Negeri 1 Ungaran seusai pelaksanaan uji coba efektivitas media pembelajaran.
Dengan rangkaian proses penyusunan yang matang serta validasi ahli yang telah dilalui, Fortpoli terbukti sangat layak, praktis, dan efektif digunakan untuk memfasilitasi pencapaian ketuntasan pembelajaran geometri murid. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan pengembangan media pembelajaran berbasis etnomatematika di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa UNNES dalam mendukung peningkatan mutu dan kualitas pendidikan matematika di Indonesia. Proses penyusunan yang sistematis serta validasi ilmiah yang telah dilalui menegaskan komitmen mahasiswa dalam mendukung pencapaian SDGs tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas, melalui penyediaan media pembelajaran yang teruji layak, praktis, dan efektif bagi murid.





