Semarang, 9 Juli 2026 – Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP) secara resmi melepas 2.225 mahasiswa peserta UNNES LANTIP 7 Tahun 2026 dalam kegiatan Pelepasan Mahasiswa Peserta UNNES LANTIP 7 yang diselenggarakan di Gedung Auditorium UNNES, Kamis (9/7). Kegiatan ini menjadi momentum penting sebelum para mahasiswa diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra sebagai wahana pembelajaran profesional sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
UNNES LANTIP merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk membentuk calon pendidik yang profesional, adaptif, berintegritas, serta memiliki kepemimpinan dalam dunia pendidikan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan kompetensi akademik yang telah diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengembangkan karakter, etika profesi, dan kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Dalam laporannya, Ketua LPPP UNNES, Prof. Dr. Rodiyah, S.Pd., S.H., M.Si., menyampaikan bahwa rangkaian pelaksanaan UNNES LANTIP 7 telah dipersiapkan secara matang selama beberapa bulan terakhir, mulai dari pembekalan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan sekolah mitra, hingga penyiapan dosen pembimbing.
Sebanyak 2.225 mahasiswa akan melaksanakan praktik kependidikan di berbagai satuan pendidikan yang tersebar di Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang. Kehadiran mahasiswa di sekolah-sekolah tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rodiyah menegaskan bahwa mahasiswa harus menjaga nama baik universitas selama menjalankan program LANTIP.
“Kami perlu sampaikan bahwa ketika nanti menjalankan LANTIP harus memiliki komitmen yang baik, karena kalian adalah brand ambassador UNNES. Kalian membawa nama UNNES di luar kampus, maka jagalah nama baiknya dengan menunjukkan kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan program LANTIP tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa mengajar, tetapi juga dari sikap profesional, etika, serta kemampuan membangun hubungan yang harmonis dengan sekolah, peserta didik, guru pamong, dan masyarakat.
Acara pelepasan dilanjutkan dengan pengarahan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa LANTIP merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan seluruh kompetensi kependidikan secara nyata di lingkungan sekolah.
Ia mengingatkan bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter generasi muda.
Mengutip filosofi pendidikan dari Ki Hadjar Dewantara, Prof. Zaenuri mengajak seluruh peserta untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman selama menjalankan praktik kependidikan.
“Saya ingin menyampaikan bahwa dalam menjalankan LANTIP nanti kita harus memegang semboyan Ki Hadjar Dewantara, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Seorang guru harus mampu menjadi teladan, membangun semangat peserta didik, sekaligus memberikan dorongan agar mereka berkembang menjadi pribadi yang unggul,” ujarnya.
Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan UNNES LANTIP 7 Tahun 2026, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta serta penyerahan perlindungan asuransi kepada perwakilan mahasiswa. Prosesi tersebut menandai bahwa seluruh peserta secara resmi dilepas dan siap melaksanakan tugas di sekolah mitra dengan jaminan perlindungan selama menjalankan program.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama seluruh pimpinan universitas, LPPP, dosen koordinator sekolah, serta mahasiswa peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan koordinasi teknis menjelang penerjunan ke masing-masing lokasi praktik.
Melalui penyelenggaraan UNNES LANTIP 7 Tahun 2026, UNNES kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan kependidikan yang unggul, profesional, dan berkarakter. Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi UNNES dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu calon pendidik, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah dan sekolah mitra, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan menanamkan nilai integritas, etika profesi, dan tata kelola pendidikan yang bertanggung jawab kepada para calon guru. Selaras dengan visi UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional, program LANTIP diharapkan mampu melahirkan pendidik yang tidak hanya kompeten, tetapi juga menjadi agen perubahan bagi kemajuan pendidikan Indonesia.





