Semarang, 3 Juli 2026 – Transformasi digital di dunia pendidikan terus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, SD Labschool Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan workshop bertajuk “Little Coders, Big Ideas: Inovasi Pembelajaran SD melalui Coding, Robotik, dan Artificial Intelligence (AI)” pada Jumat (3/7/2026) di Aula SD Labschool UNNES.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru SD Labschool UNNES ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kapasitas pendidik agar mampu mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Melalui workshop ini, para guru dibekali pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis mengenai coding, robotik, dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.
Kepala SD Labschool UNNES, Anindhyta Putri Pradipta, M.Pd., Gr., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa guru dituntut untuk terus berkembang seiring pesatnya transformasi teknologi di dunia pendidikan.

“Guru tidak hanya dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga harus mampu memanfaatkannya sebagai sarana menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik. Penguasaan coding dan Artificial Intelligence menjadi bekal penting dalam mempersiapkan generasi masa depan yang adaptif dan inovatif,” ujarnya.
Workshop menghadirkan dua narasumber dari Universitas Negeri Semarang, yaitu Arif Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Koordinator Program Studi Magister Ilmu Pendidikan Alam UNNES, serta Arfatur Rohman, S.Pd., mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Pendidikan Alam UNNES.
Pada sesi materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar computational thinking, implementasi coding dalam pembelajaran sekolah dasar, pemanfaatan robotik sebagai media belajar, hingga peluang penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, personal, dan menyenangkan. Para narasumber juga memperkenalkan berbagai platform digital dan perangkat pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung di kelas sesuai karakteristik peserta didik sekolah dasar.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, praktik penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan implementasi pembelajaran digital di lingkungan sekolah dasar. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi guru dalam mengeksplorasi berbagai aplikasi AI dan simulasi coding yang dapat diintegrasikan dengan kurikulum.
Melalui kegiatan ini, SD Labschool UNNES menegaskan perannya sebagai sekolah laboratorium yang tidak hanya menjadi tempat praktik pendidikan, tetapi juga pusat inovasi pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguatan kompetensi guru di bidang digital diharapkan mampu melahirkan pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, serta membangun kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, dan problem solving pada peserta didik sejak usia dini.
Penyelenggaraan workshop “Little Coders, Big Ideas” juga sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Semarang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas pendidik dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan literasi digital, coding, robotik, dan Artificial Intelligence dalam pendidikan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara SD Labschool UNNES dan sivitas akademika UNNES dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan.





