Related to SDGs



Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program UNNES GIAT 16 mengembangkan program urban farming bersama warga Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat di kawasan perkotaan.
Program diawali dengan edukasi yang diberikan oleh tim Subdirektorat Konservasi UNNES mengenai berbagai teknik budidaya tanaman yang dapat diterapkan pada lahan sempit. Peserta diperkenalkan pada metode pertanian perkotaan seperti hidroponik sederhana, vertikultur, dan pemanfaatan polybag sebagai alternatif bercocok tanam di lingkungan rumah.
Koordinator mahasiswa UNNES GIAT 16 Kelurahan Patemon, Gifari Ziglar Al Bara, menjelaskan bahwa program tersebut disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi lingkungan setempat. “Melalui program urban farming ini, kami ingin mengajak warga untuk memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah agar dapat menghasilkan bahan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan nilai ekonomi keluarga,” ujarnya.
Program ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Lurah Patemon, Muhammad Khosim, S.IP., M.M., mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan program yang dinilai relevan dengan kebutuhan warga. “Kegiatan ini bukan hanya membantu penghijauan lingkungan, tetapi juga memberikan pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Selain memberikan pelatihan, mahasiswa UNNES GIAT 16 juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan secara berkala hingga masa panen pertama. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan keberlanjutan program dan meningkatkan keberhasilan penerapan sistem pertanian perkotaan di lingkungan warga.
Melalui kegiatan ini, UNNES tidak hanya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan. Program urban farming ini diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.




