Related to SDGs



Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan ecobrick bagi warga Perumahan Griya Sekargading RT 07 RW III, Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang pada Sabtu, 5 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah plastik sekaligus mendukung lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Pelatihan tersebut diikuti oleh anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat. Selain mendapatkan materi mengenai dampak pencemaran sampah plastik terhadap lingkungan, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan ecobrick sebagai salah satu alternatif pemanfaatan limbah plastik rumah tangga.
Ketua tim pengabdian, Rudi Salam, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. “Program ini dirancang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat dimanfaatkan menjadi ecobrick yang memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan,” ujarnya.
Menurut Rudi, pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari perubahan kebiasaan sehari-hari. Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan sekaligus meningkatkan nilai guna limbah plastik melalui berbagai produk kreatif berbasis ecobrick.
Kegiatan pengabdian ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa FISIP UNNES yang tergabung dalam Gugus SDGs dan Konservasi. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan secara bersama-sama.
Salah satu peserta, Ani Prihatin, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan sampah plastik. “Selama ini kami hanya membuang sampah plastik ke tempat sampah. Dari pelatihan ini saya jadi tahu bahwa sampah plastik masih bisa dimanfaatkan menjadi ecobrick yang bernilai dan bahkan berpotensi menjadi produk kreatif,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, FISIP UNNES berharap masyarakat mampu membangun kebiasaan mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berdampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.




