Related to SDGs



Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH UNNES) terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih hingga ke tingkat tapak pada 16 September 2026. Melalui program pengabdian bertajuk “Power Tends to Corrupt Membangun Karakter Anti Korupsi”, tim dosen dan mahasiswa merancang peningkatan model edukasi inklusif berbasis digital di Desa Ketapang, Kabupaten Semarang. Langkah inovatif ini bertujuan untuk memperkuat Desa Ketapang sebagai percontohan “Desa Anti Korupsi” yang transparan dan akuntabel. Alih-alih menerapkan metode penyuluhan konvensional satu arah, tim pengabdian memanfaatkan instrumen digital interaktif agar materi edukasi hukum dapat dipahami dan diterima dengan mudah oleh berbagai lapisan warga.
Fokus utama dari kampanye ini adalah penanaman integritas melalui sosialisasi semboyan “Kenali 9 Nilai Anti Korupsi” yang mencakup kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Perwakilan tim Pengabdian FH UNNES menegaskan pentingnya partisipasi aktif warga dari lingkup terkecil. “Kami ingin mengubah pola edukasi hukum menjadi lebih inklusif dan dekat dengan keseharian warga. Melalui media digital, sembilan nilai integritas dapat diinternalisasi dengan lebih menyenangkan dan efektif, baik oleh aparatur desa maupun masyarakat umum,” ungkapnya di sela-sela kegiatan. Sinergi ini mendorong warga untuk mengenali serta mencegah bahaya laten korupsi sejak dari lingkungan keluarga dan desa.
Penguatan Desa Anti Korupsi berbasis digital ini sejalan dengan pencapaian tiga pilar utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, kegiatan ini berkontribusi langsung pada Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (SDG 16) dengan memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kedua, program ini mendukung Pendidikan Berkualitas (SDG 4) melalui penyediaan model edukasi hukum yang inklusif dan berbasis teknologi bagi seluruh elemen masyarakat. Terakhir, inisiatif ini memperkuat Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (SDG 11) dengan membangun fondasi budaya integritas pada komunitas lokal demi terciptanya tatanan desa yang aman dan sejahtera.



