Related to SDGs



Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) 2026 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi ruang strategis bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan relasi, wawasan, serta jiwa kepemimpinan. Diselenggarakan di Aula C1 lantai 3 FISIP UNNES pada 23 Agustus 2026, kegiatan ini membekali peserta dengan materi kepenegakan Ambalan dan Racana Wijaya Tungga Wijaya. Pembina Pramuka FISIP UNNES, Ruhadi, menekankan pentingnya pembentukan karakter kepemimpinan berorientasi solusi di tengah masyarakat. “Melalui Ambalan dan Racana Wijaya Tungga Wijaya, mahasiswa diharapkan mampu membentuk kader pemimpin yang dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat,” jelas Ruhadi. Salah satu peserta dari Pendidikan IPS, Febri Yanti Fitria Anggraeni, mengaku antusias mengikuti rangkaian materi yang disajikan secara komunikatif. “Alasan saya pengen ikut OKPT ini salah satunya ingin menambah relasi, dan juga memperluas wawasan. Acaranya tuh asik banget dan membantu banget buat bisa lebih kenal dengan lingkungan FISIP UNNES dan Pramuka di sini,” ujar Febri.
Tak hanya pengembangan karakter dan jejaring, OKPT FISIP UNNES juga mengintegrasikan wawasan lingkungan secara mendalam melalui pemaparan materi dari Ketua Gugus Konservasi dan SDGs FISIP UNNES, Rudi Salam, bertajuk “Pramuka UNNES Pilar Terwujudnya SDGs”. Rudi menegaskan bahwa gerakan Pramuka memiliki peran vital dalam pelestarian alam demi masa depan. “Konservasi merupakan upaya pelestarian lingkungan dengan tetap memperhatikan manfaat lingkungan bagi kehidupan saat ini sekaligus mempertahankan keberadaannya untuk masa depan,” ungkap Rudi. Pada kesempatan tersebut, para peserta dikenalkan pada aksi nyata penanaman dan perawatan pohon berbasis teknologi melalui Sistem Informasi Penanaman Pohon (SIOMON) 2026 yang dilengkapi fitur geo-tagging guna memantau pertumbuhan pohon secara berkala hingga mahasiswa menyelesaikan masa studi mereka.
Integrasi kegiatan kepramukaan dan isu lingkungan dalam OKPT FISIP 2026 ini selaras dengan pencapaian tiga pilar utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, kegiatan ini memperkuat Pendidikan Berkualitas (SDG 4) melalui penyediaan wadah edukasi holistik di luar kelas untuk mengasah kemandirian, tanggung jawab, dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Kedua, penerapan sistem SIOMON 2026 serta aksi penghijauan mendukung secara nyata kelestarian Ekosistem Daratan (SDG 15) lewat pemantauan dan perawatan pohon secara berkelanjutan. Terakhir, inisiatif ini berkontribusi pada Penanganan Perubahan Iklim (SDG 13) dengan menanamkan kesadaran mitigasi lingkungan sejak dini kepada para kader generasi muda kampus.



