Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 Edukasi Ergonomi bagi Pekerja UMKM Donat di Desa Kadengan

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 Edukasi Ergonomi bagi Pekerja UMKM Donat di Desa Kadengan


BLORA – Tim Giat 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kelompok 36 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “DONAT: Duduk Optimal, Nyaman, Aman, Terhindar dari Cedera” di Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Minggu (28/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja UMKM produksi donat mengenai pentingnya penerapan prinsip ergonomi dalam aktivitas kerja sehari-hari guna mencegah gangguan kesehatan akibat kerja.
Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 ini dilaksanakan di kediaman Ibu Khusnul selaku pemilik UMKM produksi donat. Lokasi tersebut dipilih karena seluruh proses produksi dilakukan langsung di rumah, sehingga edukasi dapat disampaikan sesuai dengan kondisi kerja nyata yang dihadapi para pekerja setiap hari.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya promotif dan preventif untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kerja, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi kepada masyarakat, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi pelaku UMKM.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai berbagai faktor risiko ergonomi yang berpotensi menyebabkan musculoskeletal disorders (MSDs), seperti posisi kerja yang kurang tepat, gerakan berulang, posisi duduk yang tidak ergonomis, hingga teknik mengangkat beban yang kurang aman. Selain itu, peserta juga memperoleh materi mengenai postur kerja yang benar, teknik mengangkat beban secara aman, pentingnya microbreak, serta praktik peregangan sederhana yang dapat diterapkan selama bekerja.
Sebanyak tujuh peserta yang terdiri atas pemilik dan pekerja UMKM mengikuti kegiatan hingga selesai. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi diskusi, tanya jawab, maupun praktik peregangan yang dipandu oleh mahasiswa.
Koordinator kegiatan dari Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36, Zahra’ Alitsha Noviyana, mengatakan bahwa program DONAT dirancang sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi mengalami keluhan muskuloskeletal akibat aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang.
“Kami ingin menunjukkan bahwa penerapan ergonomi tidak selalu membutuhkan fasilitas atau peralatan yang mahal. Kebiasaan sederhana seperti memperbaiki posisi duduk, melakukan peregangan, mengatur teknik mengangkat beban, serta memberikan waktu istirahat singkat di sela pekerjaan sudah dapat membantu mengurangi risiko cedera sekaligus menjaga produktivitas pekerja,” kata Zahra.
Dosen Pembimbing Lapangan, Lutfi Muzaqi, S.K.M., M.K.K.K., menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi pengabdian masyarakat yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan pekerja, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Edukasi ergonomi merupakan langkah preventif untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat kerja, khususnya keluhan muskuloskeletal. Upaya ini sejalan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Di sisi lain, kegiatan edukasi ini juga memperkuat SDG 4 melalui peningkatan pengetahuan masyarakat, serta mendukung SDG 8 karena lingkungan kerja yang aman dan sehat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas UMKM,” ujar Lutfi.
Melalui kegiatan ini, Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 berharap para pekerja UMKM dapat menerapkan prinsip-prinsip ergonomi secara konsisten dalam aktivitas produksi sehari-hari. Penerapan kebiasaan kerja yang lebih ergonomis diharapkan mampu mengurangi risiko keluhan otot, meningkatkan kenyamanan bekerja, serta menjaga produktivitas usaha.
Program DONAT (Duduk Optimal, Nyaman, Aman, Terhindar dari Cedera) menjadi salah satu wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, Tim Giat 16 Kesehatan FK UNNES Kelompok 36 berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat, aman, produktif, dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy