Program JERNIH Mahasiswa FK UNNES Digitalisasi Pemantauan Kekeruhan Air, Dukung Tujuh Tujuan SDGs

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > Program JERNIH Mahasiswa FK UNNES Digitalisasi Pemantauan Kekeruhan Air, Dukung Tujuh Tujuan SDGs

SURAKARTA – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) mengembangkan Program JERNIH (Jejak Rekam dan Optimalisasi Informasi Kekeruhan Air Baku dan Air Reservoir) melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PDAM Toya Wening Surakarta. Program ini menghadirkan digitalisasi pencatatan hasil pengukuran kekeruhan air menggunakan Google Form dan dashboard digital agar data pemantauan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi tersaji lebih terstruktur, mudah diakses, dan mendukung pemantauan operasional pengolahan air.

Pengembangan JERNIH dilatarbelakangi kebutuhan pencatatan data kekeruhan air baku dan air reservoir yang lebih terorganisasi. Sebelumnya, informasi hasil pengukuran perlu didokumentasikan agar perkembangan kondisi air dapat ditelusuri secara lebih sistematis. Melalui program ini, mahasiswa menerapkan ilmu kesehatan lingkungan sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan informasi kualitas air di lingkungan instalasi pengolahan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa merancang Google Form untuk mencatat hasil pengukuran kekeruhan air dalam satuan Nephelometric Turbidity Unit (NTU). Data yang dimasukkan selanjutnya diolah dan ditampilkan melalui dashboard menggunakan Data Studio/Looker Studio. Selain nilai kekeruhan, dashboard memuat tanggal pengambilan sampel, petugas pencatat, status kualitas air reservoir, serta catatan operasional atau kendala selama pemantauan. Penyajian dalam bentuk visualisasi membantu pengguna membaca perkembangan data dan memperoleh gambaran kondisi pemantauan secara lebih praktis.

Pengembangan dashboard mencakup identifikasi kebutuhan pencatatan, penyusunan formulir digital, pengumpulan dan penginputan data, hingga penyajian informasi dalam dashboard. Melalui sistem tersebut, data hasil pengukuran tidak hanya tersimpan sebagai catatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai informasi pendukung pemantauan operasional. Inovasi ini menjadi contoh penerapan digitalisasi sederhana untuk memperkuat dokumentasi dan pengelolaan informasi di sektor penyediaan air bersih.

Program JERNIH mendukung SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui penguatan dokumentasi dan pemantauan informasi kualitas air; SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dukungan terhadap upaya menjaga kualitas air sebagai salah satu faktor kesehatan masyarakat; SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penerapan kompetensi mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan nyata di dunia kerja; SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan sistem pencatatan; SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui dukungan terhadap pengelolaan layanan air perkotaan; SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan pemantauan proses pengolahan air; serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui keterlibatan perguruan tinggi dan PDAM Toya Wening Surakarta. #SDGs3 #SDGs4 #SDGs6 #SDGs9 #SDGs11 #SDGs12 #SDGs17

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy