Pemetaan Risiko Avian Influenza Mahasiswa FK UNNES Hasilkan 128 Rekomendasi untuk Perkuat Ketahanan Kesehatan Jawa Tengah
SEMARANG – Upaya memperkuat ketahanan kesehatan daerah terhadap ancaman Avian Influenza mendapat dukungan dari kolaborasi mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Melalui pemetaan risiko Avian Influenza Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, kolaborasi ini menghasilkan 128 rekomendasi penguatan kesiapsiagaan bagi pemerintah kabupaten/kota. Hasil analisis menunjukkan 34 dari 35 kabupaten/kota berada dalam kategori risiko rendah, sementara Kabupaten Tegal berada pada kategori risiko sedang. Capaian tersebut menjadi dasar untuk mempertahankan kewaspadaan sekaligus mengarahkan penguatan kapasitas daerah secara lebih terukur.
Pemetaan yang menjadi bagian dari program Magang Berdampak SKM Penggerak pada 12 Agustus–26 September 2026 ini menghasilkan gambaran risiko berdasarkan nilai ancaman 31,06, kerentanan 17,31, dan kapasitas 66,11. Data tersebut memberikan landasan bagi pengambilan keputusan berbasis bukti, terutama dalam memperkuat surveilans, deteksi dini, dan respons terhadap penyakit infeksi emerging. Sebanyak 128 rekomendasi yang dirumuskan dalam 25 subkategori mencakup promosi kesehatan di 21 kabupaten/kota, kesiapsiagaan di 15 wilayah, surveilans rantai pasar unggas di 14 wilayah, dukungan anggaran kewaspadaan dan penanggulangan di 10 wilayah, serta penguatan kewaspadaan di delapan wilayah.
Empat prioritas strategis kemudian diarahkan pada penguatan surveilans rantai pasar unggas, peningkatan kesiapsiagaan daerah melalui pembaruan prosedur operasional standar (SOP), rencana kontingensi dan simulasi respons, penguatan koordinasi sektor kesehatan dan peternakan, serta komunikasi risiko kepada masyarakat. Rekomendasi ini memperluas pendekatan pencegahan dari layanan kesehatan menuju keterlibatan lintas sektor dan masyarakat. Dengan demikian, kesiapsiagaan tidak hanya bertumpu pada penanganan ketika kasus muncul, tetapi juga pada kemampuan mengenali potensi ancaman, mengurangi kerentanan, dan membangun respons sebelum risiko berkembang menjadi kejadian yang lebih luas.
Nilai strategis pemetaan diperkuat melalui visualisasi risiko dan policy brief berjudul “Penguatan Kesiapsiagaan Avian Influenza Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026” yang dapat menjadi bahan komunikasi dan pertimbangan kebijakan bagi pemangku kepentingan. Luaran tersebut disusun melalui 11 tahapan pemecahan masalah kesehatan, mulai dari analisis situasi hingga advokasi. Kontribusi ini mendukung SDG 3 melalui penguatan pencegahan penyakit dan kapasitas peringatan dini; SDG 4 melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan kompetensi mahasiswa; SDG 9 melalui pemanfaatan analisis dan visualisasi data untuk mendukung inovasi sistem kesehatan; SDG 11 melalui penguatan ketahanan daerah terhadap ancaman kesehatan; serta SDG 16 melalui dukungan terhadap pengambilan keputusan publik yang berbasis bukti dan perencanaan yang lebih terarah.
Kolaborasi FK UNNES dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga mencerminkan kontribusi SDG 17 melalui kemitraan perguruan tinggi dan pemerintah dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat. Lebih jauh, pendekatan pengendalian Avian Influenza yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan membuka relevansi dengan prinsip One Health serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui penguatan kewaspadaan pada rantai pasar unggas. Capaian ini menempatkan mahasiswa tidak hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai bagian dari penghasil rekomendasi yang dapat mendukung kebijakan kesehatan daerah. Dengan pemanfaatan hasil pemetaan secara berkelanjutan, Jawa Tengah memiliki landasan yang lebih kuat untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang responsif, terkoordinasi, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.
#FKUNNES #SDGs3 #SDGs4 #SDGs9 #SDGs11 #SDGs12 #SDGs16 #SDGs17


